Wijaya Karya Capai Progres 86 Persen, Pembangunan Jaringan IPA Sepaku Mendekati Selesai

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:31:00 WIB
Wijaya Karya Capai Progres 86 Persen, Pembangunan Jaringan IPA Sepaku Mendekati Selesai

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperlihatkan peran pentingnya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Salah satu proyek andalan yang tengah dikerjakan adalah Pembangunan Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku.

Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai 86 persen. Pekerjaan tetap berjalan sesuai target penyelesaian pada Maret 2026.

Proyek ini tidak hanya sekadar membangun jaringan air, tetapi juga menjadi tulang punggung pasokan air minum di kawasan Sepaku dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keandalan jaringan ini diharapkan mampu memberikan pasokan air yang kontinu dan berkualitas tinggi.

Keberhasilan proyek ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air lokal. Hal ini penting mengingat sumber air lokal rentan terhadap faktor musiman dan degradasi lingkungan.

Capaian Proyek dan Kemajuan Pekerjaan

Beberapa progress pelaksanaan proyek menunjukkan pencapaian signifikan. Pemasangan pipa telah mencapai 96 persen, sedangkan pembangunan reservoir berkapasitas 2.000 m³ telah mencapai 75 persen.

Konstruksi jembatan sepanjang 100 meter untuk mendukung jaringan juga telah selesai 95 persen. Capaian ini menjadi bukti konsistensi WIKA menjaga proyek tetap on track dari sisi mutu, waktu, dan biaya.

Pekerjaan pemasangan pipa merupakan elemen vital untuk kelancaran distribusi air. Tingkat penyelesaian yang tinggi menunjukkan efektivitas manajemen proyek di lapangan.

Sementara itu, reservoir berkapasitas besar akan menjadi pusat penampungan air. Fasilitas ini memastikan distribusi air dapat berlangsung stabil meski terjadi fluktuasi permintaan.

Konstruksi jembatan menjadi bagian strategis yang menghubungkan jaringan di berbagai titik. Struktur ini memperkuat integritas sistem distribusi air secara keseluruhan.

Inovasi dan Efisiensi Proyek

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa inovasi konstruksi diterapkan melalui Building Information Modeling (BIM). Teknologi ini digunakan untuk mengoptimalkan manajemen waste material pipa.

“Penerapan inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi material, di mana tingkat waste berhasil ditekan dari batas toleransi 3,0 persen menjadi 1,9 persen pada tahap perencanaan dan 1,2 persen pada tahap pelaksanaan. Strategi ini turut mendukung pengendalian pekerjaan di lapangan secara lebih presisi dan berkelanjutan,” ujar Agung, dalam siaran pers, Selasa, 3 Februari 2026.

Pemanfaatan BIM memungkinkan monitoring material secara real-time. Hal ini membantu tim proyek meminimalkan kesalahan dan pemborosan.

Efisiensi material yang dicapai juga berdampak pada pengendalian biaya. Dengan waste material lebih rendah, penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan terukur.

Selain itu, inovasi ini mendukung pelaksanaan proyek yang lebih ramah lingkungan. Pengelolaan material yang tepat mengurangi limbah konstruksi yang tidak perlu.

Manfaat Jangka Panjang untuk IKN dan Sekitarnya

Proyek Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan air (water security) kawasan IKN. Keberadaan jaringan ini memastikan pasokan air yang andal bagi penduduk dan fasilitas kota.

“Selain mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), manfaat proyek ini juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah penyangga, sehingga pembangunan nasional berjalan lebih inklusif dan berkeadilan,” kata Agung.

Pasokan air yang stabil akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan kota.

Proyek ini juga diharapkan menjadi benchmark nasional pembangunan infrastruktur air minum skala besar. Keberhasilan proyek ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan sistem serupa di wilayah lain.

Selain itu, jaringan interkoneksi ini akan memperkuat posisi IKN sebagai kota masa depan yang layak huni. Desain proyek memperhatikan aspek keberlanjutan, efisiensi, dan kelestarian lingkungan.

Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi legacy infrastructure. Infrastruktur ini akan menopang pembangunan nasional secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dengan progres yang sudah mencapai 86 persen, proyek IPA Sepaku menunjukkan arah yang positif. Penyelesaian tepat waktu akan menjadikan proyek ini tonggak penting bagi pembangunan IKN.

WIKA terus memastikan bahwa pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal. Fokus pada mutu, efisiensi, dan inovasi menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

Proyek ini tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas manajemen infrastruktur air. Dengan jaringan interkoneksi yang handal, distribusi air di kawasan strategis menjadi lebih optimal.

Selain itu, proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi teknologi dan konstruksi dapat meningkatkan efisiensi. Penggunaan BIM dan inovasi lain menjadi contoh penerapan teknologi modern dalam pembangunan infrastruktur publik.

Ke depan, Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku diharapkan menjadi simbol pengembangan IKN yang modern, hijau, dan berkelanjutan. Infrastruktur ini akan menjadi bagian dari legacy pembangunan nasional yang bermanfaat luas.

Terkini