Harga Minyak Sawit Malaysia Menguat di Februari 2026 Didukung Permintaan Global dan Persediaan Turun

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:31:20 WIB
Harga Minyak Sawit Malaysia Menguat di Februari 2026 Didukung Permintaan Global dan Persediaan Turun

JAKARTA - Harga minyak sawit Malaysia naik pada Rabu, 5 Februari 2026, setelah turun selama dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini mengikuti tren positif harga minyak nabati di Bursa Dalian yang mendorong sentimen pasar.

Kontrak minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange meningkat 7 ringgit atau 0,17% menjadi 4.222 ringgit per metrik ton. Investor tengah menanti perkembangan berita dari Palm Oil Conference minggu depan yang diprediksi memengaruhi pasar lebih lanjut.

Pergerakan harga CPO sangat dipengaruhi harga minyak nabati lain di pasar global. Para pelaku pasar menunggu indikator baru yang dapat memacu volatilitas harga dalam beberapa hari ke depan.

Pengaruh Harga Minyak Nabati Lain dan Perdagangan Internasional

Harga minyak kedelai kontrak teraktif di Bursa Dalian naik 0,42%, sementara harga minyak sawit bergerak seiring kenaikan tersebut. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,09%, menambah tekanan positif bagi CPO.

Minyak sawit menghadapi persaingan dari minyak nabati lain yang bersaing mengambil pangsa pasar global. Pergerakan harga saat ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap fluktuasi harga komoditas saingan.

India tercatat meningkatkan impor minyak sawit sebesar 51% pada Januari 2026. Hal ini terjadi karena harga minyak tropis lebih kompetitif dibanding minyak kedelai, mendorong pabrik penyulingan meningkatkan pembelian minyak sawit.

Impor minyak kedelai India menurun hingga jumlah terendah dalam 19 bulan. Tren ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pasar dari minyak kedelai ke minyak sawit.

Persediaan dan Ekspor Minyak Sawit Malaysia

Persediaan minyak sawit di akhir Januari 2026 mengalami penurunan. Hal ini mengakhiri tren kenaikan persediaan yang berlangsung selama 10 bulan sebelumnya.

Ekspor minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat antara 14,9% hingga 17,9% dibanding bulan sebelumnya. Data ini berasal dari AmSpec Agri Malaysia dan Cargo Surveyor Intertek Testing Services, menunjukkan permintaan global yang terus membaik.

Kenaikan ekspor tersebut sejalan dengan musim produksi yang sedikit. Penurunan persediaan sekaligus menjadi indikator pasar yang siap menyerap permintaan internasional.

Analisa Teknikal Harga Minyak Sawit Malaysia

Berdasarkan analisa teknikal oleh Loni T, Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, support pertama minyak sawit berada di 4.150 ringgit per MT. Support berikutnya diperkirakan ada di level 4.010 ringgit per MT.

Sementara itu, resistance pertama berada di 4.350 ringgit per MT, dengan resistance berikutnya di 4.540 ringgit per MT. Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar untuk menentukan strategi perdagangan jangka pendek dan menengah.

Pergerakan harga CPO diperkirakan akan tetap volatil menjelang konferensi dan rilis data ekspor terbaru. Trader dianjurkan memperhatikan level support dan resistance sebagai panduan mitigasi risiko.

Dampak Tren Harga Minyak Sawit terhadap Pasar Global

Kenaikan harga minyak sawit Malaysia berpotensi memengaruhi harga minyak nabati lain di pasar global. Investor melihat komoditas ini sebagai indikator ketersediaan minyak nabati tropis untuk memenuhi permintaan internasional.

Harga yang stabil atau naik dapat mendorong aktivitas perdagangan dan ekspor lebih lanjut. Hal ini sekaligus meningkatkan daya saing minyak sawit Malaysia di pasar global dibanding minyak kedelai.

Selain itu, penurunan persediaan memicu optimisme bagi eksportir Malaysia. Ekspor yang meningkat ke India menjadi salah satu faktor utama yang mendukung harga CPO tetap kuat.

Para analis menilai kombinasi antara persediaan yang menurun, kenaikan ekspor, dan harga minyak nabati saingan sebagai faktor utama pergerakan harga. Strategi perdagangan akan semakin dinamis menjelang publikasi data resmi dan konferensi industri.

Harga minyak sawit saat ini menjadi perhatian pelaku pasar di Asia dan Eropa. Setiap perubahan kecil pada harga minyak nabati lain dapat memicu fluktuasi harga CPO di Bursa Malaysia.

Dengan melihat dinamika perdagangan dan data ekspor Januari 2026, tren harga minyak sawit diperkirakan akan tetap menarik bagi investor. Kenaikan ini juga memberi sinyal optimisme untuk sektor pertanian dan perdagangan komoditas.

Kesimpulannya, pergerakan harga minyak sawit Malaysia pada Februari 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global. Persediaan menurun, ekspor meningkat, dan harga minyak nabati saingan bergerak naik menjadi katalis utama pergerakan pasar.

Terkini