Pertamina Geothermal Energy Perluas Bisnis dan Teknologi Panas Bumi Untuk Pendapatan Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:19:14 WIB
Pertamina Geothermal Energy Perluas Bisnis dan Teknologi Panas Bumi Untuk Pendapatan Masa Depan

JAKARTA - Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mempercepat pengembangan bisnis di luar sektor panas bumi utama tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi operasional.

Direktur Utama PGEO, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa perusahaan terus mengembangkan teknologi Flow2Max. Teknologi ini adalah alat ukur aliran fluida dua fasa secara real-time dan daring, yang dikembangkan bersama perusahaan asal Amerika, Ecolab.

Flow2Max memungkinkan pemantauan laju massa dan entalpi panas bumi secara presisi tanpa menghentikan operasi sumur. Dengan demikian, teknologi ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus memprediksi kinerja reservoir lebih akurat.

“Kita mengembangkan teknologi Flow2Max. Itu sudah diakui di enam negara dan kerjasama internal kita lakukan dengan Elnusa, sementara di luar kita bermitra dengan Ecolab,” ungkap Ahmad Yani dalam kunjungan ke kantor Kontan, Rabu, 18 Februari 2026.

Pengakuan Global dan Penerapan Internasional

Flow2Max telah memperoleh paten di enam negara: Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Islandia, Amerika Serikat, dan Turki. Paten ini menjadi fondasi untuk pengembangan komersial teknologi di pasar global.

Khusus di Filipina, Flow2Max telah dipasang pada proyek pembangkit panas bumi milik Energy Development Corporation (EDC). “Dua minggu lalu, tim kita install di Filipina, punya EDC. Kesan pertamanya mereka puas dan potensi ada untuk 20 unit,” tambah Ahmad Yani.

PGEO memperoleh pendapatan dari hak paten teknologi ini. “Kita dapat patennya, dan selama barang terpasang, kita menerima royalty dari penjualan,” ujarnya.

Meski pendapatan Flow2Max masih kecil dibandingkan penjualan listrik ke PLN, perusahaan menilai potensi jangka panjang cukup besar. Proyeksi lima tahun ke depan, profit dari Flow2Max diperkirakan bisa mengimbangi biaya operasional di satu wilayah kerja panas bumi.

Pengembangan Lini Jasa Laboratorium

Selain Flow2Max, PGEO juga mengembangkan jasa pengujian laboratorium sebagai lini bisnis baru. Layanan ini menawarkan solusi analisis bagi pengembang panas bumi, mulai dari pengambilan sampel hingga analisis kimia cairan dan padatan.

“Lab tahun ini sudah bisa berbisnis, bukan hanya call center, tapi sudah menjadi profit center untuk analisa kimia,” ujar Ahmad Yani. Jasa ini diharapkan menambah sumber pendapatan perusahaan dan memperluas layanan ke pihak ketiga.

Dalam jangka panjang, pendapatan dari Flow2Max dan jasa laboratorium bisa menyumbang hingga 30% dari total pendapatan PGEO. “Ini menopang keekonomian, resikonya tidak terlalu besar, dan bisa menambah pendapatan tambahan,” kata Ahmad Yani.

Proyeksi Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026, PGEO memproyeksikan pendapatan naik 10,4–10,5% year on year (yoy). Pertumbuhan diperkirakan berlanjut 5,4% pada tahun berikutnya seiring ekspansi bisnis baru dan proyek panas bumi.

Dengan rencana ini, pendapatan PGEO diproyeksikan mencapai Rp10.929,60 miliar pada 2029. Rata-rata pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) diperkirakan sebesar 12,7%, menandai stabilitas dan potensi jangka panjang.

Hingga kuartal III-2025, PGEO membukukan laba bersih USD 104,26 juta atau setara Rp1,73 triliun (kurs Rp16.624 per USD). Pendapatan perusahaan tercatat USD 318,86 juta atau sekitar Rp5,3 triliun, melampaui target semula USD 314,30 juta.

Angka ini naik 4,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 306,02 juta. Hasil ini menunjukkan kinerja operasional yang solid, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis.

PGEO saat ini menjadi satu-satunya perusahaan di bawah naungan Pertamina dengan core bisnis panas bumi. Langkah pengembangan Flow2Max dan jasa laboratorium menandai transformasi perusahaan menuju pendapatan berkelanjutan dan inovasi teknologi.

Pengembangan teknologi dan layanan baru juga memperkuat posisi PGEO dalam ekosistem panas bumi nasional. Dengan kombinasi pendapatan dari listrik, teknologi, dan jasa, perusahaan berharap dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan energi bersih.

Ke depan, PGEO menargetkan integrasi lebih luas Flow2Max ke proyek internasional dan memperluas layanan laboratoriumnya. Strategi ini diharapkan menciptakan sinergi antara inovasi teknologi, efisiensi operasional, dan pertumbuhan finansial jangka panjang.

Terkini