Strategi Inovatif PT Pertamina Hulu Energi untuk Memastikan Swasembada Energi Nasional 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:19:51 WIB
Strategi Inovatif PT Pertamina Hulu Energi untuk Memastikan Swasembada Energi Nasional 2026

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui strategi yang terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, menekankan bahwa ketahanan energi adalah prioritas utama pemerintah. PHE berperan sebagai penggerak dalam memastikan energi tersedia, terjangkau, dan ramah lingkungan.

Dalam acara Energy Corner, Kamis, 19 Februari 2026, Whisnu menjelaskan bagaimana Pertamina menerjemahkan Asta Cita ke dalam praktik nyata. Upaya tersebut fokus pada tiga pilar penting untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia.

Pilar Pertama: Energi Security

Pilar pertama yang diusung PHE adalah energi security atau keamanan energi. Hal ini mencakup peningkatan ketersediaan dan akses energi di seluruh wilayah Indonesia.

Whisnu menekankan bahwa energi harus tersedia dan dapat menjangkau masyarakat di pelosok negeri. Pertamina berkomitmen untuk memastikan distribusi energi merata ke seluruh Indonesia.

Peningkatan availability energi tidak hanya untuk konsumsi urban, tetapi juga untuk daerah terpencil. Strategi ini penting agar ketahanan energi nasional tidak tergantung pada satu wilayah saja.

Pilar Kedua: Energi Equity

Pilar kedua adalah energi equity yang berfokus pada keterjangkauan harga energi. PHE ingin memastikan energi bisa diakses masyarakat tanpa membebani biaya hidup mereka.

Whisnu menambahkan, energi harus bukan hanya tersedia tetapi juga terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat mendapat manfaat. Hal ini menjadi bagian dari misi sosial PHE dalam mendukung pembangunan nasional.

Energi equity membantu mendorong pemerataan ekonomi melalui akses energi yang adil. Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat memanfaatkan sumber energi untuk kegiatan produktif mereka.

Pilar Ketiga: Sustainability dan Energi Hijau

Pilar ketiga adalah sustainability atau keberlanjutan yang juga dikenal sebagai acceptability. PHE menekankan pentingnya menjaga lingkungan sambil memenuhi kebutuhan energi.

Aspek sustainability meliputi pengelolaan emisi dan peningkatan energi hijau. Perusahaan berupaya menyeimbangkan antara pertumbuhan energi dan kelestarian lingkungan.

Whisnu menjelaskan bahwa PHE memperhatikan dampak lingkungan dari setiap proyek energi. Hal ini mencakup inovasi untuk meminimalkan emisi dan mengembangkan energi terbarukan.

Dual Growth Strategy PHE

Untuk mencapai ketahanan energi, PHE menerapkan dual growth strategy yang terdiri dari dua pendekatan. Strategi pertama adalah meningkatkan bisnis yang sudah ada, atau maximizing legacy business.

Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan cadangan energi yang ada di Indonesia maupun luar negeri. PHE fokus pada pemanfaatan potensi migas yang sudah dimiliki untuk mendukung swasembada energi.

Strategi kedua adalah building low carbon business, yaitu pengembangan bisnis rendah karbon. Pendekatan ini mendukung transformasi energi menuju dekarbonisasi dan energi hijau.

PHE menekankan dua fokus utama dalam pengembangan bisnis rendah karbon. Pertama adalah Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) untuk mengurangi jejak karbon.

Kedua adalah pengembangan energi hijau, termasuk hidrogen alami sebagai alternatif bahan bakar. Whisnu menyebut geological hydrogen sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan.

Mendorong Transformasi Energi Nasional

PHE memandang pengembangan energi hijau sebagai bagian dari komitmen jangka panjang. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dan meningkatkan energi terbarukan.

Dengan strategi ini, PHE tidak hanya menjaga ketahanan energi saat ini tetapi juga mempersiapkan masa depan. Transformasi energi menjadi salah satu kunci agar Indonesia bisa mencapai swasembada energi.

Whisnu menekankan bahwa PHE sebagai bagian dari Pertamina memiliki tanggung jawab besar dalam sektor hulu migas. Perusahaan memastikan setiap inovasi energi mendukung tujuan nasional tanpa mengorbankan lingkungan.

Pengembangan teknologi CCS dan CCUS juga menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan energi dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan.

Peran Strategis PHE dalam Ekonomi dan Masyarakat

Dengan ketersediaan energi yang merata, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup. Energi yang terjangkau juga mendorong pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.

PHE berperan tidak hanya sebagai penyedia energi tetapi juga sebagai pendorong inovasi teknologi energi. Strategi dual growth dan fokus pada energi hijau menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa PHE mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis, kepentingan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Strategi ini menjadi model bagaimana perusahaan migas bisa bertransformasi di era energi baru.

Dengan adanya tiga pilar ketahanan energi dan dual growth strategy, PHE siap menghadapi tantangan energi nasional. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi demi tercapainya swasembada energi di Indonesia.

Keberhasilan strategi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan energi lain dalam mengimplementasikan ketahanan dan keberlanjutan. PHE menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia harus aman, terjangkau, dan hijau.

Terkini