Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:19:58 WIB
Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat Khusus Untuk Manasik Haji Demi Persiapan Optimal Jemaah

JAKARTA - Garuda Indonesia mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dengan menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Pesawat ini dirancang sebagai sarana praktik langsung bagi calon jemaah, bukan sekadar simbol atau pajangan.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak pada Kamis, 19 Februari 2026. Turut hadir Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Fasilitas Praktik Boarding dan Penerbangan

Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink telah dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif. Calon jemaah dapat mempraktikkan proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga prosedur penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci.

"Dengan hadirnya pesawat ini, jemaah merasakan suasana penerbangan haji sehingga saat keberangkatan tiba, mereka lebih tenang dan siap," kata Dahnil. Pesawat ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan, khususnya bagi lansia, ketika pertama kali menghadapi perjalanan udara panjang.

Nilai Historis dan Kebanggaan Aceh

Penempatan pesawat di Aceh memiliki nilai historis tersendiri karena daerah ini adalah tempat lahirnya Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI-001. Hibah ini menjadi penghormatan atas kontribusi rakyat Aceh dan mengembalikan jejak sejarah ke tanah asalnya.

Manasik dengan pesawat nyata juga membuat pembelajaran lebih menyentuh aspek teknis perjalanan yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran jemaah. Teori rukun dan wajib haji kini dilengkapi praktik langsung, meningkatkan kesiapan mental dan fisik calon jamaah.

Sinergi Garuda, Pemerintah, dan Daerah

Di bawah kepemimpinan Glenny H. Kairupan, Garuda Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem haji nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, maskapai, dan pemerintah daerah menjadi lebih konkret dengan persiapan jemaah sejak dari embarkasi.

Fasilitas ini memungkinkan manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tidak hanya memahami teori haji, tetapi juga terlatih secara teknis dan siap menghadapi penerbangan panjang ke Tanah Suci.

Dampak Positif Terhadap Pengalaman Haji

Hadirnya pesawat untuk manasik diharapkan menurunkan tingkat kecemasan calon jemaah selama proses perjalanan haji. Program ini memperkuat kesiapan mental dan operasional, sehingga pengalaman haji menjadi lebih aman, nyaman, dan terencana.

Dengan inovasi ini, Garuda Indonesia tidak hanya menjalankan fungsi transportasi, tetapi juga mendukung pembangunan kualitas layanan haji nasional. Pesawat manasik di Aceh menjadi simbol nyata sinergi maskapai dan pemerintah untuk memajukan kesiapan jemaah haji Indonesia.

Terkini