BRIN Dorong Transformasi Industri Peternakan Global Lewat Kolaborasi Ilmiah dan Teknologi Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 15:21:58 WIB
BRIN Dorong Transformasi Industri Peternakan Global Lewat Kolaborasi Ilmiah dan Teknologi Baru

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian menekankan pentingnya evaluasi penerapan teknologi baru dalam sistem pertanian global. Fokusnya adalah untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata dan berdampak luas.

"Kita bergerak lebih dekat menuju realitas industri dari misi kita, yaitu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah dan kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, sekaligus menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang terukur," ujarnya di Jakarta, Senin. Tujuannya agar inovasi yang diterapkan memberikan manfaat nyata bagi peternak dan masyarakat luas.

Amarulla menilai, pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan konteks lokal agar mampu meningkatkan efisiensi produksi. Pendekatan ini juga memastikan bahwa dampak lingkungan tetap terkontrol dan berkelanjutan.

BRIN Bergabung dengan FAO LEAP Partnership

BRIN resmi menjadi bagian dari kemitraan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Livestock Environmental Assessment and Performance (LEAP) Partnership. Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting untuk memperkuat metrik berbasis sains dalam sektor peternakan.

Amarulla menjelaskan bahwa penggunaan standar global yang transparan dapat meningkatkan akuntabilitas pengukuran jejak lingkungan rantai pasok peternakan. Dengan demikian, sektor peternakan tidak hanya berorientasi pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan menciptakan harmonisasi data dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di berbagai negara. Pendekatan ini juga membuka peluang untuk pertukaran pengetahuan ilmiah yang mendukung kebijakan berkelanjutan.

Kontribusi Generasi Muda dan Strategi FAO

Amarulla menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan kerangka strategis FAO. Strategi ini dikenal dengan konsep “empat lebih baik”, yaitu produksi lebih baik, nutrisi lebih baik, lingkungan lebih baik, dan kehidupan lebih baik tanpa meninggalkan siapa pun.

Ia berharap generasi muda dapat membawa ide-ide inovatif dan teknologi baru untuk mendukung peternak kecil. Hal ini diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

Pendidikan dan pelatihan teknologi bagi peternak muda menjadi salah satu fokus utama. Pendekatan ini membantu mereka memanfaatkan metode modern sambil mempertahankan praktik tradisional yang ramah lingkungan.

Mendorong Sistem Pangan Tangguh dan Cerdas Iklim

Kolaborasi yang dibangun dalam forum FAO LEAP diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata. Amarulla menekankan pentingnya transformasi nyata dalam sistem pangan untuk menghadapi tekanan perubahan iklim.

“Kita menginginkan masa depan di mana petani kecil memiliki akses terhadap teknologi dan sumber daya untuk berkembang, serta sistem pangan yang mampu menghadapi tekanan perubahan iklim,” ujarnya. Targetnya adalah menciptakan ketahanan pangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

BRIN juga berperan dalam mengintegrasikan data ilmiah untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Pendekatan berbasis bukti ini diharapkan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Kerja Sama Global dan Keberlanjutan Industri Peternakan

Amarulla menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk mentransformasi industri peternakan. Fokusnya tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan pangan dunia, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Kolaborasi lintas negara memungkinkan transfer teknologi, praktik terbaik, dan inovasi yang dapat diterapkan di berbagai kondisi. Pendekatan ini memastikan sistem pangan global tetap tangguh menghadapi krisis iklim dan ekonomi.

Selain itu, kemitraan global mendukung pengembangan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan memastikan distribusi manfaat lebih merata.

Amarulla optimistis, sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga internasional akan menghasilkan dampak signifikan. Transformasi ini diharapkan mengubah sektor peternakan menjadi lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Program ini juga mendorong inovasi dalam penggunaan energi terbarukan, manajemen limbah, dan praktik peternakan cerdas iklim. Pendekatan holistik ini sekaligus menyiapkan Indonesia untuk menjadi contoh global dalam industri peternakan berkelanjutan.

BRIN menekankan bahwa pengembangan teknologi dan sistem pengukuran yang tepat sangat penting. Tanpa standar ilmiah dan praktik berkelanjutan, sektor peternakan global berisiko menimbulkan tekanan lingkungan yang lebih besar.

Dengan strategi ini, peternakan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Dampak positifnya akan dirasakan oleh masyarakat luas melalui lapangan kerja, inovasi, dan peningkatan kesejahteraan.

Amarulla menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masa depan industri peternakan bergantung pada kolaborasi global, inovasi ilmiah, dan keberanian mengambil langkah berkelanjutan. Sistem pangan yang tangguh dan ramah iklim bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi arah nyata kebijakan nasional dan internasional.

Terkini