Pemkab Bantul dan BRIN Hadirkan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi Solar

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:54:14 WIB
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pertamina Foundation menghadirkan mesin pengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif jenis solar. Inovasi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengatasi krisis sampah.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut baik teknologi mesin pirolisis yang menghasilkan bahan bakar berlabel "Petasol" ini. Menurutnya, inovasi ini mampu menjawab tantangan sampah plastik yang volumenya mencapai 31 persen dari total timbulan sampah di Bantul.

"Dari 600 ton produksi sampah harian di Bantul, sekitar 180 ton di antaranya adalah plastik. Jika kita mampu menyerap sampah tersebut menjadi Petasol, ini akan menjadi langkah signifikan bagi perbaikan lingkungan," ujar Halim di Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kehadiran teknologi ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendukung kemandirian energi dengan menyediakan alternatif bahan bakar yang mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Edi Hilmawan, menyampaikan bahwa BRIN terus mendorong kolaborasi teknologi dengan daerah untuk menyelesaikan permasalahan nyata. 

Terkait kualitas Petasol, Edi menyebutkan bahwa bahan bakar ini memiliki angka setana 51, yang tergolong bagus untuk mesin diesel. "Meskipun masih perlu penyempurnaan pada aspek berat jenis agar sesuai standar, secara prinsip Petasol aman digunakan untuk kendaraan," jelas Edi.

Mesin pirolisis perdana ini telah diserahkan kepada Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah di Kapanewon Imogiri, Bantul. 

Sebagai bukti nyata kualitas dan keamanan penggunaan bahan bakar tersebut, Bupati Bantul secara simbolis melakukan pengisian langsung Petasol ke dua unit kendaraan, yakni truk pengangkut sampah dan sebuah minibus.

Terkini