Amran Sulaiman Kumpulkan Peternak demi Stabilkan Harga Telur

Rabu, 10 Juni 2026 | 23:35:31 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Sumber : NET)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumpulkan para perwakilan peternak ayam petelur dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendiskusikan langkah konkret dalam mempertahankan kestabilan harga telur di tingkat produsen.

"Kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kami, peternak (ayam) petelur seluruh Indonesia yang hadir menemui kami, meminta kebijakan-kebijakan yang bisa memperbaiki harga telur yang turun," ungkap Amran di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dia menuturkan, pihak pemerintah berupaya merespons dengan sigap terkait kendala surplus pasokan yang mengakibatkan harga telur ayam ras di tingkat peternak merosot hingga di bawah batas yang menguntungkan bagi pelaku usaha.

Menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melindungi peternak dari risiko kerugian akibat kelebihan stok, memelihara kelangsungan usaha peternakan, serta mengamankan stabilitas pasokan dan harga telur.

"Saya bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa, surplus bahkan ekspor ke negara lain. Di sisi lain kami sudah mengambil beberapa kebijakan, langkah-langkah agar kami bisa lindungi mereka, jangan sampai merugi," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengawasi pelaksanaan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak yang dipatok sebesar Rp26.500 per kilogram.

Dia turut meminta para peternak agar turut mengawasi implementasi dari harga acuan pembelian telur tersebut.

Di samping itu, pemerintah lewat Perum Bulog mendistribusikan jagung dalam kerangka Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah untuk mempertahankan kestabilan harga pakan ternak serta mendukung kelangsungan bisnis peternakan.

Amran telah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati untuk mendorong peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya menelepon langsung Ibu Kepala BGN, dan langsung menyanggupi. Insya Allah jumlahnya, kuantumnya, akan ditingkatkan untuk BGN kami seluruh Indonesia," ujarnya.

Amran menyebutkan bahwa distribusi telur untuk Program MBG akan ditingkatkan frekuensinya menjadi tiga kali dalam sepekan.

"Iya, tiga kali seminggu, cepat itu, nanti akan cepat," ucapnya.

Ketua Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso memberikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah dalam mendukung kelangsungan usaha para peternak.

Peningkatan penyerapan telur untuk Program MBG, menurutnya, akan sangat membantu peternak dalam menekan kelebihan pasokan.

"Ini sangat membantu kami dan kami juga terima kasih atas inisiatif dari Bapak Menteri. BGN juga akan menyerap telur dari peternak, seminggu menjadi tiga kali kembali, yang kemarin baru satu kali," kata Yudianto.

Dia meminta para pedagang serta pelaku usaha agar menaati ketentuan harga acuan pembelian telur yang sudah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, dia meminta para peternak agar segera melapor ke Badan Pangan Nasional jika menemukan transaksi pembelian telur dengan harga di bawah acuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Terkini