PHRI Dorong Wisatawan Nusantara Saat Rupiah Melemah

Kamis, 11 Juni 2026 | 04:17:01 WIB
Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran. (Sumber : NET)

JAKARTA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menegaskan pentingnya upaya menggenjot mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kami harus banyak belajar kejadian waktu COVID-19 dulu, bagaimana andalan utama itu adalah wisatawan nusantara dibandingkan wisatawan mancanegara. Apalagi di tengah situasi seperti ini," ujar Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran, Rabu (10/6/2026).

Yusran berpandangan bahwa pelemahan rupiah bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif saat membeli tiket perjalanan guna menjelajahi Indonesia. Ia tidak menampik bahwa kondisi ini berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing.

Berdasarkan data terkini Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan perjalanan wisnus pada April 2026 tercatat sebanyak 97,55 juta, atau terkoreksi 24,14 persen dibandingkan April 2025. Selain faktor pelemahan rupiah, kenaikan harga avtur yang memicu mahalnya harga tiket pesawat menjadi kendala utama lainnya.

Masyarakat domestik kini cenderung memilih perjalanan jarak dekat atau staycation dibandingkan bepergian ke luar daerah. Di sisi lain, kendala waktu cuti bagi pekerja tetap menjadi hambatan utama untuk berwisata jauh, meski sudah tersedia kebijakan Work From Anywhere (WFA). 

Kondisi ini menyebabkan konsentrasi wisnus menumpuk di destinasi populer seperti Jawa atau Bali.

Yusran berharap pemerintah mampu meningkatkan daya beli masyarakat agar manfaat sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata.

Untuk meningkatkan kunjungan, industri perhotelan secara masif bekerja sama dengan mitra guna mempromosikan destinasi daerah melalui media sosial agar calon wisatawan tertarik menginap di hotel terdekat. Selain itu, pengelola hotel rutin merancang tema khusus untuk menyambut tamu selama periode liburan.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, pada Senin (8/6) menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh program BINA Holiday & Back to School 2026 yang dilaksanakan sejak 8 Juni hingga 12 Juli 2026.

Puspa berharap program tersebut dapat memacu konsumsi masyarakat domestik serta mendukung target capaian 1,176 miliar perjalanan wisnus dan 16-17 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Terkini