Tips Menjaga Otak Tetap Fokus dan Tajam Agar Tidak Mudah Pikun

Kamis, 11 Juni 2026 | 04:20:01 WIB
Ilustrasi - Menjaga Otak Tetap Fokus. (Sumber : NET)

JAKARTA – Apakah Anda sering lupa menaruh kunci, mendadak lupa daftar belanjaan, atau sulit berkonsentrasi saat bekerja? Mengapa kondisi ini bisa terjadi meski usia masih muda? Kesulitan fokus atau mengingat tersebut bisa jadi merupakan indikasi awal penurunan fungsi otak.

Perlu dipahami, gejala pikun tidak hanya dialami kelompok lanjut usia (lansia). Sebaliknya, banyak anak muda saat ini mengeluhkan sulit fokus dan mudah lupa akibat kondisi otak yang kelelahan atau burnout

Meskipun kemampuan kognitif otak memang menurun secara alami seiring bertambahnya usia, anak muda berisiko lebih cepat pikun jika terus memaksakan otak bekerja keras tanpa istirahat. Di sisi lain, seorang lansia tetap bisa memiliki ingatan yang tajam jika otaknya konsisten dilatih melalui kegiatan sehari-hari.

Merujuk pada Harvard Health Publishing, Senin (12/2/1016), otak manusia sesungguhnya memiliki kapasitas luar biasa untuk mempertahankan ingatan hingga usia tua. 

Kuncinya ada pada kedisplinan kami dalam melatih kebugaran otak. Agar tidak mudah pikun dan tetap fokus di segala usia, berikut adalah beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:

Membuat daftar aktivitas (to-do list): Susun prioritas kegiatan melalui daftar harian atau mingguan agar perhatian tidak terpecah pada hal yang belum mendesak.

Menyisihkan waktu untuk merapikan sesuatu: Meluangkan sedikit waktu merapikan lingkungan sekitar, seperti meja kerja, terbukti efektif menyegarkan pikiran sebelum memulai tugas utama.

Manfaatkan aplikasi pengingat di ponsel: Gunakan teknologi untuk meringankan beban otak dengan mencatat janji temu atau tenggat waktu. Pastikan untuk memasang alarm pembatas agar tidak keasyikan menatap layar ponsel.

Terapkan batasan disiplin yang tegas: Pisahkan urusan pekerjaan dan rumah tangga secara ketat. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan barang penting agar tidak membuang energi saat mencarinya.

Minimalkan gangguan saat bekerja: Ciptakan suasana tenang dan nyaman saat bekerja, baik di kantor maupun di rumah, dengan menghindari suara bising atau televisi.

Catat setiap ide yang muncul: Jangan langsung berpindah fokus ketika muncul ide acak. Catat saja di kertas dan kembali bekerja, lalu cek catatan tersebut setelah tugas selesai.

Stop kebiasaan menunda pekerjaan: Segera selesaikan email, telepon, atau tagihan agar beban pikiran tidak menumpuk yang dapat memicu stres.

Gunakan jam tangan: Memakai jam tangan konvensional membantu Anda lebih sadar akan waktu sehingga terhindar dari pemborosan durasi pada satu tugas saja.

Hindari kebiasaan multitasking: Mengerjakan banyak hal sekaligus justru membuat otak cepat lelah dan kehilangan daya fokus. Fokuslah menyelesaikan satu tugas sebelum berpindah ke tugas lain.

Berani memilah prioritas: Belajarlah untuk menolak permintaan atau ajakan yang tidak perlu agar otak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Gunakan alat keuangan digital yang praktis: Manfaatkan fitur perbankan daring atau aplikasi keuangan agar pengelolaan harta lebih terstruktur dan mengurangi beban pikiran.

Terkini