Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:12:01 WIB
Kemenperin memperkuat peran industri kecil menengah (IKM) [FOTO : NET]

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkatkan peran industri kecil menengah (IKM) agar masuk ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), sebagai langkah mendukung pengembangan ekosistemnya di Tanah Air.

Dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Kamis, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik nasional tidak sekadar bergantung pada investasi industri skala besar, tetapi wajib pula menyediakan ruang partisipasi yang lebih lebar bagi pelaku IKM selaku elemen penting dalam rantai pasok industri.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Menperin.

Lebih lanjut, menurutnya, laju pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat perlu diimbangi dengan memperkokoh rantai pasok domestik demi mendukung target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus menguatkan kemandirian industri nasional.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” ujarnya lagi.

Sebagai wujud dukungan tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan IKM komponen otomotif lewat agenda temu bisnis yang mengikutsertakan industri KBLBB roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Lewat kegiatan tersebut, para pelaku IKM mendapatkan kesempatan untuk memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang dipersyaratkan, serta prospek pengembangan produk yang cocok dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan kemajuan kendaraan listrik di Indonesia menghadirkan peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk menambah kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau tumbuh 95,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, populasi bus listrik sampai dengan April 2026 menyentuh 798 unit dan populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Perkembangan tersebut turut disokong oleh perluasan infrastruktur pengisian daya. Sampai April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam rangka memperluas keterlibatan IKM, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan temu bisnis yang diarahkan pada dua sektor utama, yakni kendaraan listrik roda dua, serta kendaraan listrik roda empat atau lebih.

Untuk sektor roda dua, agenda dilaksanakan di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan diikuti 60 IKM komponen alat angkut.

Dari kegiatan tersebut, telah tercipta penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk menyuplai berbagai kebutuhan komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen penunjang lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama proyek strategis mobil nasional turut mengadakan diskusi lanjutan bersama sejumlah pelaku IKM komponen guna menjajaki kans keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek tersebut.

Sementara itu, temu bisnis sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih diselenggarakan di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan industri kendaraan listrik guna menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi kendaraan listrik roda empat, bus, serta truk listrik.

Terkini