Masuk Jaringan CIPS, Bank Mandiri Pacu Transaksi RMB

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:55:31 WIB
PT Bank Mandiri Tbk [FOTO : NET].

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk secara resmi mengukuhkan posisi sebagai bank pertama di tanah air yang terintegrasi secara langsung dengan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), yakni sebuah infrastruktur pembayaran internasional berbasis renminbi (RMB) di bawah otoritas People's Bank of China (PBoC).

Pengesahan status keanggotaan Bank Mandiri selaku Direct Participant CIPS dilangsungkan di Shanghai, China, Kamis (11/6/2026), dengan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng, Chairman CIPS Wang Hongbo, serta Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama.

Berbekal predikat tersebut, Bank Mandiri menjadi satu-satunya lembaga perbankan asal Indonesia yang memegang kendali akses langsung ke ekosistem pembayaran RMB global. 

Strategi ini diproyeksikan bakal mengokohkan fasilitas transaksi lintas negara sekaligus menyokong akselerasi sektor perdagangan serta investasi antara Indonesia dan China.

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengemukakan, keanggotaan langsung dalam CIPS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas layanan transaksi internasional perseroan.

"Sebagai Direct Participant CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China serta memperkuat konektivitas industri keuangan nasional dengan ekosistem pembayaran global," ujar Timothy dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Timothy menjelaskan bahwa jembatan langsung menuju jaringan CIPS memberikan peluang bagi proses kliring berbasis RMB untuk diselesaikan secara lebih kilat dan mangkus ketimbang prosedur pembayaran konvensional yang selama ini musti melewati rangkaian perbankan koresponden.

Penyatuan sistem ini pun dinilai sanggup memangkas birokrasi transaksi, meminimalkan kerumitan hubungan antarbank, serta memberikan jaminan kepastian penyelesaian remitansi lintas batas bagi nasabah berskala korporasi maupun para pelaku bisnis yang menjalin relasi dagang dengan pihak China.

Di samping itu, Bank Mandiri pun meningkatkan fleksibilitas komparatif layanan transaksi RMB melalui perpanjangan jam operasional bagi fasilitas pengiriman dana internasional menggunakan mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut.

Timothy mengimbuhkan, keikutsertaan dalam CIPS bakal memperkokoh posisi Bank Mandiri selaku rekanan finansial utama bagi para pelaku usaha yang aktif di sektor perniagaan internasional.

 Langkah ini pun selaras guna menyokong realisasi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China yang tengah intensif dipacu oleh Bank Indonesia bersama People's Bank of China.

Lewat pemanfaatan mata uang domestik pada aktivitas perdagangan dan investasi, para pebisnis dapat mereduksi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus meminimalkan risiko dari volatilitas kurs.

Mengingat kedudukan China sebagai salah satu rekan dagang paling dominan bagi Indonesia, urgensi atas ketersediaan infrastruktur pembayaran transnasional yang cepat, aman, dan efisien menjadi kian krusial untuk menopang dinamika perdagangan serta investasi kedua negara.

Ke depan, Bank Mandiri menegaskan bakal terus memperlebar sayap sinergi bersama para mitra taktis global sekaligus mematangkan beraneka ragam produk transaksi berbasis RMB demi mengoptimalkan kontribusinya sebagai penyedia solusi finansial internasional bagi para nasabah.

Terkini