IHSG Turun ke 5.886, Saham BREN, BBRI, & BMRI Jadi Penekan

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:16:31 WIB
IHSG turun 0,28% ke 5.886 pada Kamis (11/6/2026) [FOTO : NET].

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026), di zona koreksi. Penurunan ini sekaligus menghentikan tren pemulihan (rebound) yang sempat terjadi pada indeks selama dua hari ke belakang.

Berdasarkan data dari IDX Mobile, IHSG mengalami penyusutan sebesar 0,28% menuju level 5.886,03. Pada jalannya pasar hari ini, IHSG sebenarnya sempat merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi intraday pada level 6.010,49.

 Kendati demikian, akibat tertekan oleh penurunan performa sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti BREN, BBRI, dan BMRI, indeks komposit terpaksa mengakhiri perdagangan di area negatif.

Deretan saham big caps yang menjadi beban bagi indeks hari ini meliputi BREN yang merosot 4,27% ke angka Rp4.040, BBRI yang terpangkas 1,04% menjadi Rp2.850, BMRI yang melemah 0,23% ke posisi Rp4.250, BYAN yang turun 1,77% ke level Rp9.700, serta AMMN yang anjlok 7,55% menuju Rp3.060.

Sebaliknya, beberapa saham berkapitalisasi besar terpantau masih mampu bergerak menguat hari ini, di antaranya adalah BBCA yang melesat 3,10% ke posisi Rp5.825, DCII yang melonjak 4,79% ke Rp188.775, MORA yang terangkat 5,42% ke Rp6.325, TLKM yang naik 2,14% ke level Rp2.870, serta BBNI yang mendarat di zona hijau dengan kenaikan 1,45% ke harga Rp3.500.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan sebanyak 282 saham bergerak menguat, 238 saham berjalan stagnan, dan 439 saham berakhir di zona koreksi.

Penyusutan IHSG hari ini mematahkan laju penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan Selasa (9/6/2026) ketika indeks melonjak hingga 7,57%, serta tren kenaikan pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026) yang menguat sebesar 2,71%.

 Jika dihitung berdasarkan posisi IHSG saat ini, indeks telah membukukan koreksi sebesar 0,93% dalam rentang sepekan terakhir, atau melemah 31,93% secara year to date (YtD).

Tim riset Sinarmas Sekuritas mengungkapkan bahwa situasi pasar saat ini mengindikasikan bahwa tekanan risiko utama sebetulnya telah terlewati, akan tetapi tingkat kepercayaan dari para pemodal belum sepenuhnya pulih dan investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih (net sell).

"IHSG saat ini ada di awal fase "Berharap" dalam siklus psikologi investor," tulis Sinarmas Sekuritas, Kamis (11/6/2026).

Pihak sekuritas menjabarkan, setelah didera tekanan jual yang masif sejak awal tahun ini, momentum rebound yang terjadi selama 2 hari terakhir menjadi indikator awal bahwa situasi panik mulai mereda. 

Tingkat harga saham saat ini dinilai belum terlampau tinggi, ditambah lagi ada banyak saham berfundamental prima yang valuasinya tergolong murah.

"Bagi investor jangka menengah-panjang fokuslah ke akumulasi bertahap di saham fundamental kuat, sambil pantau keadaan arus asing," tulis sekuritas.

Terkini