6 Makanan Terbaik Mengatasi Rambut Rontok Menurut Ahli

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:50:31 WIB
6 Makanan Terbaik Mengatasi Rambut Rontok [FOTO : NET].

JAKARTA - Menyaksikan area saluran pembuangan kamar mandi dipenuhi oleh helai rambut yang gugur merupakan pemandangan yang mencemaskan. 

Seringkali kami menganggap hal ini hanya dampak cuaca atau stres sesaat, padahal menurut para ahli, akar masalahnya sering kali ada pada apa yang kami konsumsi sehari-hari.

Para praktisi di bidang nutrisi, dermatologi, serta kesehatan konvensional sependapat bahwa problem rambut rontok musiman bukan semata-mata gangguan eksternal, melainkan indikasi dari dalam tubuh yang mengisyaratkan terjadinya defisit nutrisi ataupun ketidakseimbangan sistemik.

Di bawah ini merupakan panduan menyeluruh guna menangani problem rambut rontok bersandar pada pemaparan Abhishree Goyal (Ahli Gizi Olahraga), Dr. Kiran Sethi (Dokter Spesialis Kulit), serta Dr. Tanu Singh (Ahli Gizi Ayurveda), yang dirilis lewat ulasan Vogue India.

Mengapa Rambut Lebih Mudah Rontok Saat Musim Berubah? Sebagian besar orang masih keliru dengan berasumsi bahwa tingkat kelembapan udara atau fluktuasi suhu menjadi faktor utama pemicu kerontokan ini. Padahal, dasar penjelasannya jauh lebih mendalam.

"Dari sudut pandang gizi, kerontokan rambut musiman jarang terjadi hanya karena iklim; hal ini hampir selalu berakar dari celah asupan nutrisi yang tidak terpenuhi," jelas Abhishree Goyal.

Berdasarkan rekam jejaknya, defisit zat makanan yang paling kerap bertindak selaku pemicu utama ialah:

Tingkat zat besi serta cadangan zat besi (ferritin) yang rendah

Asupan protein yang belum memenuhi kadar kebutuhan

Kekurangan pasokan vitamin D, vitamin B12, seng, serta asam lemak esensial Omega-3

Kondisi tersebut diperparah oleh pola hidup yang kurang sehat, misalnya diet ketat, jadwal makan yang berantakan, konsumsi kafein berlebih, hingga kurangnya konsumsi air putih.

Sederet kebiasaan buruk ini secara langsung mengacaukan siklus pertumbuhan rambut, sehingga memicu akar rambut terlepas lebih cepat dari masanya.

Di sisi lain, Dr. Tanu Singh menelaah fenomena ini melalui kacamata pengobatan tradisional. Menurut pandangannya, kerontokan ini merupakan indikator adanya diskrepansi di dalam tubuh.

"Dalam ilmu Ayurveda, kerontokan rambut musiman adalah gejala adanya ketidakseimbangan sistem, bukan hanya masalah kulit kepala. Penyebab utamanya adalah penumpukan elemen panas atau Pitta Dosha. Ketika panas menumpuk akibat stres atau makanan yang memicu peradangan, rambut akan menipis dan beruban lebih dini," paparnya.

Dr. Kiran Sethi menekankan satu faktor yang paling jamak dijumpai, khususnya pada kaum hawa: "Kekurangan zat besi dan asam folat adalah pemicu kerontokan yang sangat sering terjadi, karena wanita sering kali tidak memenuhi kebutuhan zat besi hariannya dari makanan."

6 Makanan Terbaik untuk Menguatkan Rambut dari Dalam 

Bila selama ini Anda cuma bertumpu pada penggunaan serum atau opsi perawatan luar yang menguras kantong, kini saatnya beralih ke dapur. Para pakar menjabarkan 6 bahan pangan yang wajib masuk ke dalam hidangan harian Anda demi meminimalisasi kerontokan sekaligus memperkokoh akar rambut.

1. Amla (Buah Melaka) 

Populer sebagai bahan pangan super untuk menunjang kesehatan rambut, Amla merupakan lumbung vitamin C dan zat antioksidan dengan kadar tertinggi.

"Amla berperan penting dalam pembentukan kolagen dan sangat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh," kata Goyal.

Dr. Sethi menambahkan bahwa kandungan antioksidannya melindungi akar rambut dari kerusakan sel. Dalam pandangan Ayurveda, buah ini adalah cara terbaik untuk menetralkan panas berlebih dalam tubuh dan menutrisi jaringan sampai ke tingkat terdalam.

2. Bayam 

Jangan sekali-kali menyepelekan sayuran berdaun hijau ini. Bayam menjadi salah satu jalan keluar bagi problem defisit zat besi yang kerap menjadi biang keladi rontoknya rambut.

"Bayam mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin A. Semua zat ini sangat penting untuk memastikan oksigen mengalir lancar sampai ke kulit kepala," jelas Goyal.

Dr. Sethi sangat menyarankan agar bayam dikonsumsi setiap hari. Vitamin A di dalamnya juga membantu kulit kepala memproduksi minyak alami agar rambut tetap lembap dan tidak kering.

3. Kacang Hijau 

Bagi Anda yang tengah memburu variasi protein nabati dengan mutu terbaik, kacang hijau yang telah berkecambah merupakan opsi nomor satu.

"Kacang hijau tumbuh mengandung protein nabati, biotin, dan asam amino yang bekerja memperkuat batang rambut langsung dari akarnya. Keunggulannya, karena sudah bertunas, zat gizinya jauh lebih mudah dicerna dan diserap tubuh tanpa membebani pencernaan," ungkap Goyal. Opsi ini amat ideal bagi kalangan yang mengidap gangguan pencernaan atau sulit menyerap sari makanan.

4. Biji Chia 

Ukurannya yang mini menyimpan faedah masif, khususnya bagi kondisi kulit kepala yang gersang, gatal, ataupun dipenuhi ketombe.

"Biji chia adalah sumber asam lemak Omega-3 yang sangat baik. Zat ini berfungsi mengurangi peradangan, melembapkan kulit kepala, dan mendukung siklus pertumbuhan rambut yang sehat," ujar Goyal.

Dr. Sethi menyambung bahwa asam lemak sehat beserta mineral di dalamnya ampuh merawat kelenturan sel akar rambut, sehingga rambut dapat tumbuh subur dan berkilau.

5. Kacang Kenari 

Satu lagi varian lemak sehat yang amat direkomendasikan oleh jajaran pakar.

"Kacang kenari kaya akan Omega-3 dan mineral penting lainnya. Nutrisi ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan akar rambut, mencegah peradangan, dan menciptakan lingkungan kulit kepala yang ideal agar rambut baru bisa tumbuh dengan baik," jelas Goyal.

Asupan selenium serta seng di dalamnya juga berfaedah mengendalikan hormon tiroid, yang apabila terganggu, bakal langsung memicu problem kerontokan yang masif.

6. Ikan Salmon 

Bagi Anda yang menggemari hidangan laut, salmon merupakan opsi bahan pangan yang sangat baik untuk kebugaran rambut Anda.

"Salmon mengandung Omega-3, Vitamin D, dan Protein sekaligus. Kombinasi ini membantu meningkatkan kepadatan rambut, mengurangi kekeringan, dan mengembalikan vitalitas rambut yang kusam," sebut Goyal.

Dr. Sethi turut menyoroti arti penting dari kandungan Vitamin D di dalamnya.

Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Sadar Merusak Rambut 

Meskipun telah melahap aneka makanan sehat di atas namun rambut tetap saja gugur? Para pakar mengingatkan sejumlah rutinitas berikut yang kerap membuat usaha Anda berakhir mubazir:

Pola Konsumsi Protein yang Fluktuatif: 

Terlalu rutin mengonsumsi salad, jus, atau pangan rendah kalori saja tanpa pasokan protein pendukung. Padahal, rambut memerlukan suplai asam amino secara kontinual.

Gangguan pada Sistem Pencernaan:

 Keluhan perut kembung, gejala asam lambung naik, atau inflamasi usus memicu kegagalan tubuh dalam menyerap zat besi, seng, serta vitamin B.

Fluktuasi Berat Badan secara Drastis: 

Metode diet ekstrem atau puasa intensif memicu terjadinya gejala Telogen Effluvium, situasi di mana akar rambut mengalami "shock" lalu seketika memasuki fase gugur.

Gaya Hidup yang Kurang Sehat: 

Sering begadang, durasi menatap layar gawai yang terlalu menyita waktu, minim beraktivitas fisik, atau sebaliknya menjalankan olahraga secara eksesif.

Tingkat Stres yang Tinggi: Lonjakan hormon stres (kortisol) mengacaukan ritme pertumbuhan rambut dan memicu ketidakseimbangan elemen panas internal tubuh.

Cara Mendukung Kesehatan Rambut Secara Alami & Holistik 

Demi memanen hasil yang optimal, pembenahan menu makan wajib diselaraskan dengan langkah-langkah di bawah ini:

Pelihara Higienitas Kulit Kepala: 

Kulit kepala yang bersih merupakan fondasi rambut yang kokoh. Bersihkan secara berkala, tuntaskan problem ketombe sesegera mungkin, jauhi kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, serta kurangi aplikasi bahan kimia keras.

Kelola Stres & Cukupi Istirahat: 

Alokasikan waktu tidur selama 7-8 jam per hari, serta terapkan teknik pernapasan atau yoga. Langkah ini menjadi metode paling ampuh dalam mengontrol hormon sekaligus mereduksi panas tubuh.

Pola Makan yang Teratur:

 Jangan membiasakan melewatkan waktu makan. Akar rambut tergolong sangat peka terhadap dinamika suplai energi serta gizi dalam tubuh.

Sokong dengan Suplemen: 

Dr. Sethi menganjurkan konsumsi suplemen khusus untuk rambut serta asupan vitamin D ekstra jika menu makanan sehari-hari dirasa belum cukup optimal untuk menutup celah defisit gizi.

Terkini