6 Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari demi Kesehatan Kulit

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:24:02 WIB
Memakai sunscreen [FOTO : NET].

JAKARTA - Mengaplikasikan tabir surya merupakan agenda harian yang amat krusial lantaran tidak cuma efektif menghambat munculnya indikator penuaan dini dengan menghalau paparan radiasi ultraviolet, melainkan juga meminimalkan bahaya penyakit kanker kulit. 

Walakin, tidak seluruh zat di dalam tabir surya diciptakan sama atau sesuai untuk tiap-tiap orang. Di samping itu, terdapat pula zat yang berisiko buruk bagi kulit, apa pun tipenya. Apa sajakah itu?

Kandungan sunscreen yang harus dihindari

1. Retinyl palmitate 

Disadur dari Byrdie, Rabu (10/6/2026), retinyl palmitate pada dasarnya ialah produk turunan vitamin A yang populer beroperasi sebagai antioksidan efektif. Umumnya, formula ini amat digemari dalam bermacam-macam aktivitas perawatan wajah.

Akan tetapi, problem baru bakal muncul tatkala elemen tersebut melekat pada lapisan kulit, kemudian bereaksi langsung dengan terik matahari. 

Bersandarkan pada sejumlah eksperimen terhadap hewan, paparan radiasi terang malahan menstimulasi pembentukan radikal bebas. Kondisi itu tentu bertolak belakang dengan fungsi orisinal antioksidan yang dinantikan.

"Bentuk vitamin A ini ditambahkan ke sunscreen sebagai antioksidan. Namun, ini berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit saat terpapar sinar matahari," ujar dermatolog Aanand Geria.

2. Avobenzone 

Zat selanjutnya yang perlu diwaspadai ialah avobenzone. Dermatolog Brendan Camp menjabarkan sifat dari materi yang kerap dipakai pada pelindung kulit tersebut.

"Avobenzone adalah bahan yang dimasukkan dalam chemical sunscreen. Bahan ini tidak stabil saat terpapar cahaya," ucap dia.

Imbasnya, avobenzone kerap dikombinasikan dengan materi lain guna memelihara keampuhannya dalam memproteksi kulit dari radiasi ultraviolet (UV).

"Avobenzone telah dilaporkan sebagai kemungkinan penyebab dermatitis kontak alergi," lanjut dr. Camp.

3. Oxybenzone dan octinoxate 

Bukan cuma berefek buruk pada kulit manusia, beberapa formulasi juga dianggap kurang ramah terhadap alam. Contohnya ialah oxybenzone serta octinoxate. Dermatolog yang juga ahli bedah Mohs, dr. Tiffany Libby, mengutarakan bahwa oxybenzone alias benzofenon-3, sempat dinobatkan sebagai pemicu alergi primer pada tahun 2014, dan kerap menstimulasi dermatitis kontak lantaran cahaya.

"Ketika berada pada tingkat yang efektif, filter UV kimia tertentu, yaitu oxybenzone dan octinoxate, telah ditemukan berdampak negatif pada terumbu karang dan berkontribusi pada pemutihan karang," kata dia.

Apabila berniat berenang di lautan, tabir surya yang aman bagi kelestarian terumbu karang ialah yang memuat tabir mineral seperti zinc oxide atau titanium dioksida, yang dinilai lebih ramah bagi karang. Sebagai panduan, melimpah produk saat ini menyertakan label aman terumbu karang demi mempermudah para konsumen.

4. Homosalate 

Homosalate terbilang kerap ditemui dalam komposisi produk penepis sinar matahari guna memblokir absorbsi radiasi yang paling merusak. Sayangnya, materi ini membawa ancaman sebagai pengacau sistem endokrin yang bisa mengganggu stabilitas hormon di dalam tubuh.

"Homosalate telah dikaitkan dengan alergi kulit dan gangguan hormon," papar dr. Geria.

Ilustrasi sunscreen untuk perjalanan jauh(PEXELS/Tara Winstead)

5. Methylisothiazolinone 

Banyak produsen memuat methylisothiazolinone lantaran keunggulannya sebagai elemen pengawet. Kendati ampuh memperpanjang masa kedaluwarsa suatu produk, zat ini bukanlah pilihan terbaik untuk Anda yang mempunyai kulit rentan.

"Bahan ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif," ucap dr. Geria.

6. Pewangi 

Wewangian sintetis ialah salah satu stimulan alergi yang terhitung jamak. Oleh sebab itu, memastikan absennya kandungan parfum di dalam tabir surya merupakan hal yang amat krusial.

"Mereka yang memiliki kulit sensitif sebaiknya menggunakan sunscreen berbahan dasar mineral daripada chemical sunscreen, karena chemical sunscreen juga bisa menjadi alergen," tambah dermatolog dr. Karen Kagha.

Mengingat chemical sunscreen bisa memicu gejala alergi, para praktisi bersepakat bahwa formula mineral merupakan opsi paling ideal untuk pemilik kulit sensitif.

 Kandungan semacam zinc oxide serta titanium dioksida diakui secara luas sebagai materi yang aman, sekaligus bekerja dengan sangat maksimal. Maka dari itu, opsi berbasis mineral senantiasa dianjurkan sebagai proteksi andalan, asalkan Anda rajin memfilter label untuk menjauhi senyawa bermasalah di atas.

Terkini