Dukung Modal Kerja, CBUT Raih Fasilitas Kredit Rp8,99 Triliun

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:54:31 WIB
PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT). (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten hilirisasi kelapa sawit, PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT), mendapatkan fasilitas pembiayaan sebesar Rp8,99 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) guna menunjang kebutuhan modal kerja serta operasional perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (10/6/2026), CBUT telah menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit bersama BBRI dengan nilai plafon maksimal mencapai Rp8.995.400.000.000.

Sekretaris Perusahaan CBUT, Alex Dwi Adha, memaparkan bahwa fasilitas pembiayaan tersebut difungsikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan/atau operasional perseroan. Fasilitas kredit ini memiliki tenor selama 24 bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian. 

“Bank BRI memberikan fasilitas kredit kepada perseroan dengan jumlah maksimal sebesar Rp8,995 triliun,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

Alex Dwi Adha menegaskan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara CBUT dan BRI dalam transaksi ini, sehingga fasilitas kredit merupakan kesepakatan dengan pihak independen. 

Selain itu, perseroan menyatakan bahwa perjanjian ini tidak memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Mengacu pada paparan perseroan, CBUT menargetkan volume produksi sebesar 1,16 juta ton pada 2026, meningkat 51,79% dibandingkan realisasi 603.670 ton pada 2025. 

Dari sisi finansial, pendapatan diproyeksikan naik 59,60% menjadi Rp23,43 triliun pada 2026 dari sebelumnya Rp13,97 triliun, dengan target laba bersih Rp240,31 miliar atau meningkat 44,18% dari Rp106,17 miliar pada 2025.

Direktur Utama CBUT, Rorry Christian Tobing, menjelaskan bahwa perseroan tengah mempersiapkan motor pertumbuhan baru melalui penyelesaian pabrik Refinery & Fractionation II berkapasitas 1.500 TPD. 

Fasilitas produksi tersebut saat ini berada dalam tahap commissioning yang dijadwalkan selesai pada Juli 2026. Penambahan pabrik ini akan memperkuat fasilitas yang sudah ada dengan kapasitas Refinery 2.500 TPD, Kernel Crushing Plant 600 TPD, serta Molding & Filling Plant 200 TPD.

"Adanya pabrik baru akan meningkatkan volume penjualan olein dan stearin sehingga mendorong pendapatan CBUT. Kami berharap dapat mencapai target yang sudah dicanangkan," ujarnya dalam Paparan Publik, Kamis (11/6/2026).

Terkini