MBG Diklaim Sudah Jangkau 80,7 Persen Siswa di Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:31:32 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti [FOTO : NET}.

JAKARTA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar ditujukan untuk mencukupi asupan nutrisi para murid, melainkan turut diplot sebagai instrumen pemerintah dalam mengokohkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Keterangan tersebut diutarakan oleh Mu’ti pascapertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). 

Menurut pemaparannya, penerapan MBG kini telah diselaraskan dengan agenda pembentukan kepribadian siswa yang bertajuk “7 Kebiasaan Indonesia Hebat”.

“Kemudian terkait dengan MBG (Makan Bergizi Gratis), kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami yaitu ‘7 Kebiasaan Indonesia Hebat’: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” ujar Mu’ti.

Mu'ti menguraikan, instansi yang dipimpinnya telah merumuskan bermacam instrumen pembantu agar jalannya program ini tidak cuma berkutat pada pemenuhan zat gizi saja, melainkan sanggup menjadi media edukasi pola hidup bersih sehat sekaligus penguatan karakter murid.

“Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, sudah kami terbitkan modul-modulnya,” katanya.

Mu’ti turut membeberkan sejumlah temuan riset yang digarap oleh universitas serta institusi penelitian yang memperlihatkan faedah konkret dari perputaran program nasional ini. 

Mengacu pada studi yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) dan beberapa lembaga lain, MBG dinilai sukses memberikan andil pada pendongkrakan gairah belajar, tingkat presensi siswa di kelas, hingga perolehan nilai akademik.

“Dan sudah ada penelitian dari UI and lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik,” ujarnya.

Melalui laporan resminya kepada Kepala Negara, Mu’ti pun menguraikan grafik perluasan wilayah jangkauan program MBG yang terus merangkak naik. 

Sampai dengan posisi 10 Juni 2026, tercatat sebanyak 80,7 persen dari total murid di tanah air telah merasakan faedah dari program ini.

“Dan karena itu kami juga menyampaikan per 10 Juni sudah 80,7% murid yang sudah mendapatkan MBG,” katanya.

Dari akumulasi total kisaran 53 juta siswa di seantero negeri, sekitar 43 juta anak di antaranya kini telah ditetapkan sebagai penerima manfaat MBG. 

Berlandaskan pada proses peninjauan ulang oleh pemerintah, sebagian besar siswa melayangkan harapan agar program ini terus digulirkan secara berkelanjutan lantaran imbas positifnya bisa dirasakan secara langsung oleh mereka.

“Jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik,” tutur Mu’ti.

Terkini