Mendag Ajak Mahasiswa Jadi Aktivis Ekspor dan Buka Lapangan Kerja

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:41:31 WIB
Mendag Budi Santoso [FOTO : NET].

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengimbau para mahasiswa untuk bertransformasi menjadi "aktivis ekspor" yang sanggup mendongkrak produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke ranah global sekaligus membuka lapangan pekerjaan pascakelulusan. 

Dalam agenda Campuspreneur 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat, Budi menggarisbawahi krusialnya mahasiswa memupuk impian besar sejak awal, termasuk visi menjadi pelaku ekspor yang gemilang. 

Ia menilai, jiwa kewirausahaan harus ditumbuhkan supaya kaum muda tidak sekadar berfokus memburu lowongan kerja, melainkan turut andil menyediakan lapangan usaha bagi warga sekitar. 

"Jadi aktivis, semua harus jadi aktivis, tapi aktivis ekspor. Jadi kita mencari hal-hal yang positif," kata Budi. Ia memaparkan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menyediakan beragam fasilitas penunjang bagi mahasiswa yang berminat menjajaki bisnis ekspor, dari bimbingan berkala, konsultasi rancangan produk tanpa biaya, hingga agenda penjajakan bisnis (business matching) bersama importir asing.

Kemendag pun mengagendakan slot khusus bagi para partisipan Campuspreneur pada pergelaran Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar 14-18 Oktober nanti.

 Eksibisi ini bakal mendatangkan para buyer internasional dan berfungsi sebagai wadah mahasiswa mengenalkan produk mereka di kancah global. Otoritas perdagangan saat ini sudah menjalin kolaborasi dengan 19 universitas lewat program mencetak eksportir belia.

 Inisiasi ini meliputi edukasi ekspor, bimbingan langsung, sampai penyediaan akses temu bisnis dengan pembeli potensial via relasi Atase Perdagangan serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di mancanegara. 

Budi membeberkan bahwa program business matching untuk UMKM menorehkan capaian yang bagus. Di tahun 2025, nilai transaksi yang dibukukan menembus 134,8 juta dolar AS atau di atas Rp2 triliun, di mana kurleb 70 persen anggotanya ialah pebisnis yang belum pernah mengekspor sebelumnya. 

Adapun sepanjang Januari-April 2026, nominal transaksi sudah menyentuh 193,88 juta dolar AS, melampaui perolehan total pada tahun lalu. Budi berharap kian banyak mahasiswa yang bernyali menjadi pengusaha serta eksportir baru, demi mengokohkan posisi tawar produk lokal di pasar dunia sekaligus melahirkan lapangan kerja baru.

"Kita pengin anak-anak kita para mahasiswa itu, nanti kalau lulus langsung jadi pengusaha, jadi entrepreneur. Jangan lulus sibuk mencari pekerjaan ya, tapi bisa menciptakan pekerjaan untuk lingkungan kami dan untuk diri kami sendiri," kata Budi.

Terkini