KAI Tutup 119 Perlintasan Sebidang Prioritas Demi Keselamatan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13:31 WIB
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin [FOTO : NET].

JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menginformasikan bahwa 119 perlintasan sebidang prioritas telah resmi ditutup, sementara 490 perlintasan liar saat ini terus ditangani demi mengoptimalkan keamanan perjalanan kereta api. 

"Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini," kata Bobby dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat (12/06/2026). 

Ia menyebutkan bahwa eskalasi aspek keselamatan pada perlintasan sebidang menjadi salah satu agenda utama KAI. 

Di samping itu, KAI juga tengah mengakselerasi penanganan terhadap 490 perlintasan liar dan mulai memperkuat sarana keselamatan pada 1.148 titik aktif yang tersebar di seluruh daerah operasional.

 "Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah,” ujar Bobby.

Langkah ini diambil menyikapi urgensi untuk mereduksi risiko kecelakaan yang masih kerap terjadi di perlintasan sebidang.

 Data internal KAI mencatat bahwa sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 insiden kecelakaan di perlintasan sebidang yang menyebabkan 97 korban, dengan rincian 43 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat, dan 31 korban luka ringan. 

Sekitar 52 persen dari insiden tersebut berlangsung di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu, sementara tindakan menerobos jalur saat kereta akan melintas masih mendominasi penyebab utama dengan proporsi mencapai 87 persen dari total kejadian yang terlacak.

 Menurut Bobby, sebuah perlintasan sebidang mungkin hanya dilalui dalam hitungan detik. Namun di titik itulah keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan bertemu dalam ruang yang sama.

 Kala disiplin berlalu lintas menurun atau fasilitas pengamanan dirasa belum memadai, potensi kecelakaan bisa muncul dalam tempo yang sangat singkat.

Oleh karena itu, penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu agenda pekerjaan yang terus digenjot dalam pembangunan sektor transportasi nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk meminimalisasi titik-titik bahaya yang selama bertahun-tahun kerap memicu kecelakaan di area rel serta jalan raya. 

Bobby memaparkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan progres peningkatan keselamatan di jalur kereta api tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. 

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan, program penutupan perlintasan ini dilakukan dengan berbasis pada identifikasi serta kajian keselamatan yang mendalam. 

Seluruh lokasi dievaluasi berdasarkan skala risiko, volume lalu lintas kereta api, situasi lingkungan, serta dampak yang mungkin timbul bagi keselamatan publik. 

“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Anne. 

Program penutupan perlintasan prioritas ini merupakan bagian integral dari strategi peningkatan keselamatan pada 1.810 perlintasan tanpa penjagaan yang tersebar di wilayah operasi KAI. 

Hingga 4 Juni 2026, sejumlah 119 dari 172 titik prioritas telah berhasil ditutup atau sekitar 69 persen dari target sepanjang tahun ini.

Menurut Anne, capaian ini mencerminkan kian solidnya kerja sama antara KAI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta elemen masyarakat dalam mendukung pembenahan keselamatan transportasi. 

Tiap perlintasan memiliki karakteristik unik sehingga memerlukan pendekatan yang selaras dengan kondisi lapangan. 

Oleh sebab itu, keselamatan perlintasan menuntut dukungan infrastruktur, penegakan regulasi, serta kedisiplinan pengguna jalan agar tingkat kecelakaan dapat terus ditekan. Data KAI memperlihatkan sepanjang 2022 hingga 2025 terjadi 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang. 

Sebanyak 913 kejadian atau 73 persen berlangsung di perlintasan tidak terjaga. Pada rentang waktu yang sama tercatat 1.152 korban jiwa, yang terdiri atas 437 korban meninggal dunia, 294 korban luka berat, dan 421 korban luka ringan. 

Angka tersebut membuktikan bahwa pengurangan titik rawan tetap menjadi strategi vital dalam meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Selain menutup perlintasan, KAI terus menggiatkan upaya edukasi dan pencegahan. 

Selama kurun waktu 2022-2025, KAI telah melaksanakan 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, menutup 1.024 perlintasan liar dan rawan, memasang 2.646 spanduk peringatan, serta menyelenggarakan 988 kegiatan edukasi di sekolah dan tempat ibadah yang berlokasi di sekitar jalur kereta api.

Upaya ini dilakukan bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas perhubungan, aparat kewilayahan, komunitas pecinta kereta api, serta warga setempat.

 Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak pihak. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dihindari.

 "Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama,” tutup Anne. 

KAI berkomitmen untuk terus mempercepat penyelesaian 53 titik perlintasan prioritas yang tersisa agar target penutupan 172 titik pada 2026 dapat terealisasi. 

Selaras dengan itu, penguatan fasilitas keselamatan di beragam lokasi aktif terus dijalankan demi menurunkan risiko kecelakaan serta meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Terkini