Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 8 Persen, Wali Kota: Hasil Kerja Bersama

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:06:01 WIB
Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru menunjukkan tren positif pada triwulan I 2026 [FOTO : NEET].

JAKARTA — Kondisi perekonomian Kota Pekanbaru memperlihatkan tren yang progresif pada triwulan I 2026. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru yang dikeluarkan pada awal Juni 2026, laju perekonomian daerah melesat sebesar 7,91 persen secara tahunan (year on year/YoY) atau nyaris menyentuh angka 8 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pencapaian positif ini disokong oleh kenaikan pada sejumlah sektor pengeluaran pokok. Sektor Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga terangkat 5,03 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) berada di angka 4,13 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau sektor investasi yang menanjak naik 8,55 persen. 

Di sisi lain, lonjakan paling tinggi didapati pada instrumen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang menembus angka 20,69 persen. Situasi ini memicu indikator positif bagi roda perekonomian di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memberikan respons positif atas capaian angka tersebut. Menurut anggapannya, pergerakan ekonomi yang merangkak ke angka 8 persen di triwulan pertama ini merupakan buah dari sinergi seluruh elemen di daerah.

“Alhamdulillah, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa arah kebijakan yang kami jalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan kerja keras seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat Kota Pekanbaru,” ujar Agung, Kamis (11/6/2026).

Agung menjabarkan, semenjak menahkodai daerah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru terus berkomitmen menyalurkan belanja daerah secara efektif dan efisien guna melahirkan multiplier effect bagi perekonomian warga lokal. 

Berdasarkan opininya, tiap dana yang dikeluarkan oleh pemerintah wajib sanggup menstimulasi kegiatan ekonomi setempat, mulai dari pengerjaan proyek pembangunan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan program yang menggandeng para pelaku usaha daerah.

“Kami berupaya memastikan setiap rupiah belanja pemerintah dapat berputar di tengah masyarakat. Program pembangunan, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal terus kami dorong agar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Agung.

Agung berpandangan, tingginya angka kenaikan konsumsi pemerintah yang menyentuh 20,69 persen memperlihatkan bahwa akselerasi pencairan anggaran mampu menjadi pendorong yang andal untuk kestabilan ekonomi daerah.

“Belanja pemerintah bukan hanya soal administrasi anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika proyek berjalan, usaha mikro kecil menengah (UMKM) bergerak, tenaga kerja terserap, dan daya beli masyarakat meningkat. Itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya.

Tidak cuma ditopang oleh faktor konsumsi pemerintah, pergerakan ekonomi di Pekanbaru juga ikut terdongkrak oleh penguatan iklim investasi. Keterangan dari BPS memaparkan bahwa PMTB naik sebesar 8,55 persen pada triwulan I 2026.

 Menurut Agung, raihan tersebut menjadi indikator bahwa situasi investasi di wilayah Pekanbaru kian aman, nyaman, dan berhasil memikat ketertarikan para pelaku usaha.

“Ini menjadi sinyal positif bagi kami semua. Investor mulai melihat Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki prospek dan potensi ekonomi yang menjanjikan. Tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas, memberikan kemudahan pelayanan, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha,” ungkapnya.

Ia pun mengutarakan bahwa kenaikan modal memiliki urgensi yang tinggi dalam membuka ketersediaan lapangan kerja baru, mendongkrak produktivitas ekonomi, serta memperkokoh daya saing wilayah dalam jangka panjang.

Kendati sukses mengantongi pertumbuhan yang menjanjikan, Agung memberikan penegasan bahwa jajaran Pemkot Pekanbaru tidak mau terburu-buru berpuas diri.

 Ia memastikan, Pemkot Pekanbaru akan terus berikhtiar memelihara tren positif ini lewat pembenahan mutu pelayanan publik, akselerasi proyek infrastruktur, penguatan bagi sektor UMKM, serta optimalisasi sektor pendapatan asli daerah.

“Data ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, lapangan pekerjaan, dan peluang usaha yang lebih luas,” tutur Agung.

Terkini