JAKARTA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa proyek hunian melalui mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan nilai investasi sebesar Rp6 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal segera diwujudkan dalam waktu dekat.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memaparkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan restu atas dukungan pembiayaan untuk proyek KPBU yang digagas oleh PT Intiland Development Tbk. (DILD) serta PT Nindya Karya (Persero).
Dana investasi tersebut nantinya akan dipakai untuk membiayai dua model hunian, baik tipe rumah tapak maupun hunian vertikal di kawasan IKN.
"Untuk KPBU, yang dua pemrakarsa itu untuk hunian landed 109 unit dan juga 8 tower sudah disetujui menteri keuangan sebesar Rp6 triliun," urai Basuki di Kompleks Parlemen RI, Kamis (11/6/2026).
Secara rinci, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) akan bertanggung jawab atas pembangunan 109 unit rumah tapak (landed house).
Di sisi lain, badan usaha milik negara (BUMN) PT Nindya Karya (Persero) ditugaskan untuk menggarap delapan tower rumah susun. Saat ini, Basuki menerangkan bahwa kedua proyek KPBU tersebut sedang dalam proses pelaksanaan lelang terbuka untuk memastikan prinsip akuntabilitas tetap terjaga.
“Ini tendernya sudah, kan ada aturannya walaupun dia pemrakarsa atau unsolicited tetap harus tender untuk right to match. Nah, ini sudah mulai tender, sedang dipetakan dan dievaluasinya oleh BPKP,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Basuki mengaku optimistis seluruh rangkaian pemetaan administrasi serta proses tender bisa selesai dalam tempo cepat. Dengan demikian, pengerjaan konstruksi di lapangan ditargetkan sudah bisa dimulai sebelum tahun 2026 berakhir. "Tahun ini bisa [untuk groundbreaking]," pungkas Basuki.
Berdasarkan data Bisnis, OIKN tercatat telah menerima komitmen investasi kerja sama pemerintah dan badan usaha di IKN dengan nilai total mencapai Rp158,73 triliun.
Komitmen investasi KPBU ini mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan, hunian, hingga multi utility tunnel (MUT).
Selain itu, terdapat sekitar 50 investor swasta dan lembaga yang sudah menandatangani kerja sama di bidang strategis lainnya, meliputi pendidikan, layanan kesehatan, komersial, perbankan, hingga residensial, dengan nilai investasi sekitar Rp66 triliun.