Mendag Lepas Ekspor Buah Pinang Rp2,2 Miliar ke Dua Negara

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:52:31 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso

JAKARTA— Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso secara resmi melepas pengiriman ekspor komoditas buah pinang hasil produksi PT Export Tani Nusantara besutan Institut Pertanian Bogor (IPB) menuju Bangladesh dan Maladewa dengan nilai Rp2,2 miliar, Jumat (12/6/2026).

Busan memaparkan bahwa capaian ekspor tersebut berawal dari adanya kontrak kesepakatan antara UMKM yang dikelola oleh mahasiswa IPB, PT Export Tani Nusantara, bersama pihak pembeli dari kedua negara tujuan sewaktu agenda Trade Expo 2025 silam.

Ia menyampaikan, pada mulanya pihak pemerintah menaruh harapan agar ekspor komoditas seberat 54 ton dengan nilai Rp2,2 miliar ini bisa dialokasikan ke India, namun terkendala oleh pengenaan tarif yang terhitung amat tinggi.

“Nah, kami terus bernegosiasi biar dapat tarif yang lebih rendah, tetapi sementara lewat Bangladesh,” ujarnya di kampus IPB Dramaga, Jumat (12/6/2026).

Melihat pada keberhasilan pelaksanaan program Campusprenuer di lingkungan IPB, Busan memotivasi para mahasiswa agar tergerak menjadi pelaku usaha yang berorientasi pada pasar ekspor.

Kementerian Perdagangan pun turut menyediakan sarana pendukung berupa program pelatihan, business matching, pameran, hingga upaya penelusuran pembeli potensial. Hal ini dikarenakan baru sebagian kecil UMKM yang terhitung sukses memasarkan produknya ke pasar internasional.

Oleh karena itu, ia mendorong para mahasiswa supaya tidak sekadar menjadi aktivis biasa, melainkan bertransformasi menjadi aktivis ekspor demi menyokong UMKM serta sektor perdagangan tanah air.

“Kami juga menginginkan anak-anak kami itu jadi aktivis, tetapi aktivis ekspor. Jadi kami mencari arah yang positif,” lanjutnya.

Lewat langkah tersebut, para lulusan dari perguruan tinggi tidak lagi sekadar mencari lowongan pekerjaan setelah menyelesaikan studi. Akan tetapi, mereka juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas di Indonesia.

Pada momen yang sama, CEO PT Export Tani Nusantara Al Fiqie menjabarkan, bisnis yang sudah ia rintis sejak menduduki bangku perkuliahan semester tiga tersebut sejauh ini memang masih menyuplai komoditas mentah berupa pinang belah serta pinang bulat.

Hal itu disebabkan oleh kebutuhan modal investasi yang sangat besar untuk mengolahnya menjadi produk turunan. Pihaknya mempunyai target dalam kurun waktu 3 tahun mendatang untuk dapat memasok produk hasil hilirisasi kendati masih berstatus setengah jadi.

“Pasar Timur Tengah itu barang yang reject-nya pun juga ada pasarnya. Buyer-nya itu gunakan untuk ekstrak ataupun herbal. Jadi untuk target jangka panjang, beberapa produk eksisting bakal diolah yang kami coba kolaborasikan dengan beberapa riset dari IPB,” tuturnya.

Pencapaian yang diraih UMKM ini pun tidak sekadar berhenti di pasar Bangladesh maupun Maladewa saja, Fiqie mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini pun telah menandatangani kesepakatan bisnis dengan pembeli asal Cina lewat nilai kontrak mencapai Rp33 miliar untuk pasokan empat jenis komoditas. Mulai dari arabica beans, vanilla beans, cocoa beans, hingga buah pinang.

“Mulai dari tahun 2022 yang awalnya satu kontainer per 3 bulan sekarang sudah lima sampai enam kontainer per bulannya,” tambahnya.

Terkini