Teka-teki 'Mr J' Terkuak, Jokowi Segera Jabat Dewan Pembina PSI

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:20:32 WIB
Teka-teki sosok Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai terkuaK [FOTO : NET].

JAKARTA - Teka-teki mengenai sosok yang bakal menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kini mulai menemui titik terang. Selama ini, partai yang mengusung lambang gajah tersebut memang sekadar melempar kode rahasia kalau figur Ketua Dewan Pembina mereka mempunyai inisial nama "Mr J". 

Di dalam perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2026 yang lalu contohnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sempat melontarkan pertanyaan mencari keberadaan sosok 'Mr J' yang merupakan Ketua Dewan Pembina PSI tersebut.

Namun demikian, sosok Mr J nyatanya didapati belum hadir. Kaesang memperkirakan Mr J baru akan tiba pada hari Jumat (30/1/2026).

"Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie, beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, ya sudah. Insyaallah besok datang," kata Kaesang yang langsung diiringi riuh tepuk tangan dari para kader.

Keesokan harinya, figur yang hadir di lokasi rupanya merupakan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Kendati statusnya belum disiarkan secara resmi, namun khalayak umum telah berspekulasi kuat jika figur Mr J yang dimaksudkan itu adalah Jokowi. 

Ditambah lagi, pada momen tersebut, Jokowi diberikan panggung khusus untuk membawakan pidato dalam forum Rakernas PSI. Jokowi mengutarakan kesiapannya untuk melawat ke berbagai wilayah di daerah serta berjuang habis-habisan demi membesarkan PSI.

Kini Dipastikan Jadi Dewan Pembina PSI Pihak internal PSI sekarang memastikan bahwa Jokowi dalam waktu dekat bakal menempati struktur Dewan Pembina partai. Berdasarkan keterangan dari Ketua DPP PSI, Bestari Barus, prosesi ini sekarang tinggal menanti momentum yang paling pas untuk perayaan seremonial pemakaian jaket dengan logo partainya.

"Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi," tutur Bestari sewaktu dihubungi pada hari Sabtu (13/6/2026).

Bestari menambahkan, seremoni penyematan jaket tersebut sebetulnya cuma berupa simbolisasi belaka. Pasalnya, sinyal kedekatan bergabungnya Jokowi ke pangkuan PSI dinilai sudah tampak jelas sejak lama. 

Walakin, Bestari mempertegas jika penetapan waktu sakral untuk agenda seremonial itu diserahkan secara mutlak di bawah wewenang Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.

"Hanya saja kami memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu," ungkap Bestari.

"Sinyal sudah terang semuanya dan itu pastilah seperti apa yang disampaikan Bu Grace nantinya. Tinggal menunggu waktu yang pas kapan itu dilaksanakan," lanjutnya lagi.

Bestari menggarisbawahi bahwa momen pemakaian jaket kepada Jokowi kelak akan menjadi bagian dari catatan sejarah penting buat PSI. 

Sebab, Jokowi diproyeksikan bakal menempati posisi kasta tertinggi yang paling dihormati dalam roda kepengurusan internal partai.

"Momen itu adalah sejarah. Kan begitu. Jadi, kami menunggu waktu yang tepat bagi patron kami, tentu Pak Jokowilah yang akan menempati tempat yang paling terhormat di organisasi PSI ini," tegas Bestari.

Modal Safari Politik 

Peneliti Senior di Sektor Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli berpandangan bahwa kejelasan status hukum Jokowi sebagai jajaran Dewan Pembina PSI dapat dijadikan sebagai modal kuat untuk melangsungkan safari politik ke seantero daerah. 

Kepastian status kedudukan Jokowi di kubu PSI dipandang krusial agar keberadaan eks kepala negara tersebut di sela-sela agenda safari politik tidak memicu bias atau pertanyaan di benak masyarakat luas.

"Jika ingin safari politik atas nama PSI mestinya sudah menjadi pengurus resmi. Jika belum, publik akan bertanya safari tersebut dalam kapasitas sebagai apa: sebagai bapaknya Ketum PSI atau simpatisan PSI," ulas Lili sewaktu dikontak oleh Kompas.com, Sabtu (13/6/2026).

Lili menilai, kepemilikan status resmi selaku jajaran fungsionaris partai akan mempertegas landasan posisi Jokowi tatkala mendampingi rombongan PSI dalam beraneka rupa agenda politik di wilayah daerah. 

Terlebih, Lili menyambung, Jokowi diyakini masih menyimpan daya pengaruh politik yang besar yang mampu mendatangkan keuntungan elektoral untuk PSI, walaupun dayanya tidak semasif kala dirinya masih aktif memegang jabatan sebagai presiden.

"Sebagai mantan Presiden tentu masih banyak pengikut dan loyalisnya. Bisa jadi, mereka akan memberikan dukungan. Namun demikian, dukungan tersebut tidak akan sekuat dan sebesar saat Jokowi menjadi presiden, akan ada penurunan," papar Lili.

Meski demikian, Lili menyoroti sampai saat ini proses pengukuhan Jokowi menjadi Dewan Pembina PSI tak kunjung dideklarasikan, meskipun internal partai tersebut berkali-kali melempar kode keras terkait rencana itu. 

Diri menebak, penundaan situasi ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi untuk membaca arah respons dari publik terhadap kepastian bergabungnya Jokowi ke PSI dan pengisian jabatan struktural tersebut.

Rencana Jokowi Keliling Indonesia 

Di pihak lain, Jokowi menyampaikan pengakuan jika dirinya sudah siap untuk melakukan perjalanan keliling wilayah Indonesia, mengingat tingkat kesehatannya yang dirasa kian pulih dan membaik. 

Kabar tersebut diutarakan langsung oleh Jokowi saat berada di kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Senin (24/5/2026).

"Ya, ini kan saya banyak undangan, undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat, ya saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," tutur Jokowi.

Destinasi perdana yang dijadwalkan bakal disambangi oleh Jokowi merupakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Skema perjalanan tersebut dibocorkan oleh Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie kala menghadiri forum Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) DPW PSI NTT di kawasan Kota Kupang, Jumat (12/6/2026). 

Menurut pemaparan Grace, NTT didapuk menjadi salah satu daerah yang menempati prioritas utama daftar kunjungan Jokowi pasca mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut cukup lama beristirahat dari agenda kunjungan wilayah semenjak meletakkan jabatan presidennya.

Grace menyatakan, faktor historis kedekatan emosional Jokowi di tengah-tengah warga NTT menjadi satu dari sekian pemicu mengapa daerah tersebut disepakati sebagai target perjalanan terdekat berikutnya.

“Beliau sangat sayang dengan NTT. Sudah lama tidak berkeliling pasca menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden," kata Grace yang dikutip lewat media TribunKupang pada Sabtu (13/6/2026).

“NTT akan menjadi salah satu tujuan kunjungan terdekat,” imbuhnya kemudian.

Grace menginformasikan, untuk waktu sekarang ini pihak manajemen PSI masih mematangkan beraneka macam logistik dan keperluan yang berkaitan erat dengan rencana ketibaan Jokowi. Sederet susunan agenda kegiatan juga sedang digodok matang agar esensi dari kunjungan tersebut bisa terealisasi secara maksimal.

Terkini