FPIK Unpad Resmi Buka Prodi S3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan

Minggu, 14 Juni 2026 | 14:32:02 WIB
Universitas Padjajaran melalui FPIK membuka prodi jenjang S3 [FOTO : NET].

JAKARTA - Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) resmi menghadirkan program studi jenjang S3 atau doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan (Sustainable Fisheries and Oceans).

 Peresmian program studi ini diharapkan dapat mengisi keterbatasan jumlah tenaga doktor di sektor perikanan dan kelautan yang saat ini masih minim di Indonesia. 

Berkat kehadiran program doktoral tersebut, tingkatan jenjang pendidikan yang dikelola oleh FPIK Unpad kini berstatus lengkap, mulai dari program sarjana hingga magister.

Kepala Program Studi S-3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad, Noir Primadona Purba, PhD (PgOS) mengutarakan bahwa program ini diformulasikan demi mencetak lulusan yang andal dalam menyusun rekomendasi berbasis data serta riset, guna menopang proses pengambilan kebijakan di sektor perikanan dan kelautan.

 Poros kajian utamanya akan diselaraskan dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin SDG 13 mengenai penanggulangan perubahan iklim serta SDG 14 yang mengatur tentang ekosistem lautan.

“Program Doktor ini menjadi puncak pengembangan keilmuan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat dalam riset, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi dan arahan berbasis data bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Noir, Jumat, (5/6/2026), dikutip dari situs Unpad.

Terbuka Bagi Semua Lulusan dan Pakai Metode Belajar Fleksibel

Program Studi S3 Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan Unpad ini terbuka bagi seluruh lulusan dari bermacam latar belakang disiplin ilmu.

 Berdasarkan penjelasan Noir, problematika di sektor perikanan dan kelautan memerlukan metode pendekatan multidisiplin ilmu. Dengan begitu, kajiannya tidak cuma terbatas bagi para lulusan di rumpun bidang sains atau kelautan saja, melainkan dapat disentuh pula oleh disiplin ilmu ekonomi, komunikasi, hukum, kebijakan publik, serta bermacam rumpun keilmuan lainnya.

Sistem pembelajarannya bakal dirancang secara fleksibel lewat perpaduan metode perkuliahan hybrid, tatap muka langsung, serta kegiatan kunjungan lapangan (site visit). 

Pola pembelajaran interaktif tersebut ditopang oleh bermacam fasilitas riset mumpuni milik Unpad, di antaranya Marine Station di Pangandaran, area penelitian di Pulau Biawak Indramayu, serta kompleks penelitian dan laboratorium Unpad yang berada di kampus Jatinangor.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Jika meneliti wilayah pesisir selatan Jawa, kami memiliki fasilitas di Pangandaran. Untuk wilayah utara tersedia fasilitas di Pulau Biawak Indramayu, sementara penelitian eksperimental dapat dilakukan di kampus Unpad Jatinangor,” jelas Noir.

Kekhasan Utama Pembelajaran

Kekhasan fundamental dalam proses perkuliahannya terletak pada metode pendekatan keberlanjutan yang diposisikan sebagai pijakan utama dalam tiap-tiap alur pembelajaran serta riset. 

Metode pendekatan ini diperkuat dengan pemanfaatan data secara komprehensif, serta beriringan dengan Pola Ilmiah Pokok Unpad, yakni Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional.

Program studi S3 FPIK ini pula diproyeksikan untuk menjadi pusat acuan dalam ranah pengembangan keilmuan perikanan dan kelautan berkelanjutan yang bersifat inklusif, kolaboratif, serta mendatangkan impak di kancah global lewat penguatan sektor riset dan inovasi. 

Para mahasiswa juga bakal dipersenjatai dengan kemampuan metodologi riset tingkat lanjut, keahlian komunikasi ilmiah, serta pengalaman berinteraksi langsung bersama publik maupun media. 

Lebih jauh lagi, mahasiswa didorong untuk partisipatif dalam bermacam agenda seminar serta konferensi ilmiah guna memperkokoh kapabilitas akademik sekaligus memperluas jejaring profesional mereka.

Noir mengimbuhkan, di samping penguasaan materi di bidang perikanan dan kelautan, para mahasiswa nantinya bakal dibekali dengan kecakapan komunikasi serta publikasi ilmiah yang tangguh.

"With this background, graduates are expected to advance their careers and contribute more broadly to the academic world, government, and industry,” tutur Noir.

Terkini