Krakatau Steel Perluas Peluang Kerja dan Daya Saing SDM Banten

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:50:01 WIB
Krakatau Steel Siapkan SDM Banten Tembus Pasar Kerja Global [FOTO : NET].

Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) memiliki komitmen kuat untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan sekaligus mendongkrak kualitas serta daya saing sumber daya manusia (SDM) di daerah Banten.

Demi mencetak tenaga kerja yang andal dan mampu berkompetisi di tingkat global, perusahaan negara di sektor baja tersebut menggandeng Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, serta Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) untuk menyepakati pembentukan Banten Migrant Center.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menjelaskan bahwa pendirian Banten Migrant Center ialah sebuah langkah taktis guna mempererat keterpaduan antara pihak regulator, sektor akademis, dan pelaku industri dalam mematangkan kesiapan tenaga kerja domestik agar punya keahlian tinggi dan berdaya saing internasional.

"As a State-Owned Enterprise, Krakatau Steel carries a moral responsibility to help provide concrete employment solutions for the people of Banten," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lewat kemitraan ini, manajemen berniat memastikan bahwa struktur industri yang sudah berkembang pesat di Banten mampu mendatangkan faedah yang lebih masif melalui penguatan keterampilan kerja serta ketersediaan lapangan kerja.

Keberadaan Banten Migrant Center diproyeksikan mampu menjadi pusat penggemblengan keahlian pekerja sekaligus memfasilitasi jalur penempatan kerja yang resmi, terlindungi, dan bermutu bagi warga Banten di aneka negara tujuan.

Menurut dia, Krakatau Steel Group siap mendayagunakan seluruh aset edukasi, sarana kursus, beserta kawasan industrinya melalui Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) demi menyokong pembentukan tenaga kerja ahli yang selaras dengan kriteria pasar kerja dunia.

"Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional," tutur Akbar Djohan yang juga menjabat selaku Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan empat institusi tersebut dalam menggodok tenaga kerja yang mumpuni serta siap berkompetisi di skala global.

"Kami harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," ucapnya.

Melalui kerja sama ini, pihak Pemprov menaruh harapan agar makin banyak masyarakat pekerja asal Banten yang mempunyai keahlian, memperoleh jaminan perlindungan, serta mendapatkan akses ke lapangan kerja yang layak di dalam negeri maupun di mancanegara.

Ia pun memuji langkah konkret Krakatau Steel Group yang telah menyediakan fasilitas edukasi dan pelatihan untuk menunjang peningkatan kapasitas para pekerja.

Baginya, pembentukan Banten Migrant Center diharapkan bisa memperlebar kanal bagi warga lokal untuk meraih peluang karir yang legal, aman, dan berkelas sekaligus menyokong program penurunan angka pengangguran di wilayah Provinsi Banten.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, yang bertindak mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerangkan bahwa Banten menjadi provinsi pelopor yang sukses memadukan unsur birokrasi, akademisi perguruan tinggi, sekolah kejuruan (SMK), serta perusahaan BUMN ke dalam satu wadah ekosistem penyiapan tenaga kerja migran Indonesia.

Menurut dia, Banten didapuk sebagai proyek percontohan dalam mengeksekusi instruksi Presiden untuk melahirkan pekerja migran yang cakap, terlindungi hak-haknya, serta punya posisi tawar kuat di tingkat dunia.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional," ungkapnya.

Dipaparkannya pula, Banten Migrant Center nantinya berfungsi sebagai pusat pemantapan kapasitas, pelaksanaan kursus, dan penyediaan pusat informasi bagi para calon pekerja migran sehingga dapat mendongkrak mutu SDM sekaligus memperbanyak ketersediaan peluang kerja yang aman, sah, dan berkelanjutan.

Terkini