Indeks Bisnis-27 Menguat Ditopang Saham BBRI, AMRT, dan MAPI

Rabu, 17 Juni 2026 | 22:04:31 WIB
IHSG Terkoreksi, Indeks Bisnis-27 Ditutup Naik ke Level 438,04 [FOTO : NET].

JAKARTA - Indeks Bisnis-27 mengakhiri sesi perdagangan dengan mencatatkan penguatan di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diterpa koreksi pada hari Rabu (17/6/2026). 

Pergerakan saham BBRI, MIKA, AMRT, serta MAPI terpantau bertindak selaku pendorong laju performa indeks tersebut.

Menilik data rilisan Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kemitraan antara pihak Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini bergerak naik sebesar 0,41% atau setara 1,79 poin menuju level 438,04.

 Terdata, akumulasi komponennya meliputi 12 saham bergerak menguat, 11 saham mengalami penurunan, serta 4 saham berjalan stagnan.

Saham yang sukses membukukan lonjakan paling tinggi, di antaranya ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) lewat capaian pertumbuhan di angka 3,01% menuju posisi Rp3.080 per lembar saham. 

Pergerakan naik tersebut disusul kemudian oleh saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang berjalan menguat 2,90% ke level Rp1.595 per lembar saham.

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turut terkerek naik sebesar 2,89% menuju angka Rp1.425 per lembar saham, serta PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mengantongi kenaikan di level 1,69% ke posisi Rp1.500 per lembar saham.

Di sisi lain, penurunan paling mendalam dialami oleh saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang merosot sebesar 3,24% menuju Rp358 per lembar saham, sementara saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) ikut terkoreksi di angka 2,89% ke posisi Rp168 per lembar saham.

Sementara itu, pergerakan IHSG sendiri dikunci melemah sebesar 0,55% ke level 6.220,74. Di sepanjang perdagangan hari ini, indeks komposit perdana dibuka pada level 6.321,96 serta sempat bergeser naik ke posisi 6.377,19.

Di samping itu, terekam sebanyak 306 saham mengalami kenaikan, 409 saham bergerak terkoreksi, serta 244 saham memosisikan diri stagnan. Adapun untuk total nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp10.779 triliun.

Sektor IHSG diinformasikan telah menempati zona merah pada sesi penutupan perdagangan jilid I dengan mencatatkan penyusutan sebesar 0,84% dan terhenti di level 6.202. Selaras dengan tren pelemahan tersebut, mayoritas indeks sektoral pun ikut terseret masuk ke area negatif.

Tim Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menguraikan bahwa atmosfer optimisme yang sempat menerpa pasar pada awal pembukaan perdagangan secara perlahan mulai pupus. 

Situasi ini pada akhirnya menarik indeks menuju zona merah sehabis sempat melaju di teritori positif. Kemerosotan indeks pada paruh pertama sesi perdagangan hari ini dominan dipicu oleh aksi koreksi tajam dari sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) di sektor konglomerasi.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menduduki posisi terdepan dalam menekan indeks lewat koreksi menyentuh 10,6%, diikuti saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang anjlok sebesar 6,1%, serta saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang merosot 5,7%.

Meninjau dari sudut pandang sektoral, mayoritas indeks bergerak melemah. Sektor industrials beserta sektor energi mencatatkan rapor koreksi paling mendalam sekaligus menjelma sebagai penekan utama pergerakan indeks, sedangkan sekadar sektor non-cyclical yang sanggup bertahan di zona positif.

Terkini