Konsep Industri Halal Cerminkan Kebersihan dan Gaya Hidup

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:10:31 WIB
Wawan Harmawan: Industri Halal Jadi Gaya Hidup Masyarakat Yogyakarta [FOTO : NET].

JAKARTA - Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa konsep industri halal kini tidak hanya terbatas pada produk yang menjamin kebersihan, tetapi sudah berkembang menjadi gaya hidup yang dijalankan oleh masyarakat luas.

"Halal adalah kebersihan, halal adalah sehat, dan halal adalah lifestyle. Potensi industri halal di Kota Yogyakarta sangat besar," ujarnya dalam acara Shafiyah Expo 2026 di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Wawan, konsep halal melampaui batasan produk bagi umat Islam saja, karena mencakup nilai-nilai kebersihan, kesehatan, serta kualitas hidup yang relevan bagi seluruh kalangan masyarakat.

"Ke depan kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menghadirkan Expo Halal terbesar di Yogyakarta pada 2027, sehingga menjadi one stop service bagi ekosistem halal," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus mendorong agar sektor halal dapat diintegrasikan sebagai daya tarik wisata kota, serta memperkuat sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

"Bagi para pelaku industri bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk terus berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi guna memperkuat ekosistem halal nasional," ungkapnya.

Wawan berharap kegiatan ini mampu menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata DIY, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas dakwah, hingga pelajar dan mahasiswa.

"Acara ini sangat lengkap karena tidak hanya menghadirkan kajian, tetapi juga produk-produk halal yang beragam. Kami optimistis kegiatan tahun ini akan lebih ramai dari pada tahun lalu, terlebih dengan dukungan berbagai pihak termasuk sektor perbankan," imbuhnya.

Manajer Shafiyah Expo, Imam Hidayat, menuturkan bahwa melalui pameran yang berlangsung pada 19-21 Juni tersebut, panitia berupaya memperkuat peran UMKM serta ekonomi syariah di Yogyakarta sebagai kota pendidikan, wisata, dan kreativitas.

"Dalam kegiatan ini, sebanyak 129 tenant turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, filantropi, hobi, hingga layanan keuangan syariah," paparnya.

Terkini