Listrik Padam Bergilir di Jawa, Bahlil Minta PLN Segera Bertindak

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:14:32 WIB
Bahlil Desak PLN Atasi Masalah Teknis Pemadaman Listrik di Jawa [FOTO : NET].`

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendesak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN agar segera menjalankan langkah mitigasi yang terukur serta menyeluruh guna memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini tidak terulang.

Bahlil menegaskan, PLN perlu melakukan evaluasi total terhadap sistem operasional dan menjamin seluruh proses bekerja secara optimal. Menurutnya, langkah mitigasi yang tepat menjadi kunci agar gangguan serupa tidak kembali dirasakan masyarakat.

"Saya mendengar informasi ada beberapa daerah terjadi pemadaman bergilir. Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman. Dengan kata lain segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semuanya ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," kata Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).

Bahlil juga menyampaikan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo untuk mendorong langkah-langkah yang lebih cepat dan terukur demi memastikan sistem kelistrikan kembali normal. 

Di sisi lain, Bahlil membantah anggapan bahwa pemadaman terjadi akibat kurangnya pasokan bahan bakar di sejumlah pembangkit. Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan batu bara nasional menyediakan pasokan sekitar 180 juta ton hingga 190 juta ton.

"Total kebutuhan batubara PLN itu 154 juta. Dari 154 juta itu Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton. Artinya tinggal sekitar 18 juta kan? Di mananya ada kekurangan," katanya.

Bahlil menilai persoalan utama terletak pada aspek teknis distribusi serta pengelolaan logistik internal PLN, bukan pada ketersediaan pasokan batu bara yang menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Lebih lanjut, Bahlil juga telah meminta PLN untuk segera menuntaskan persoalan teknis penyebab pemadaman serta memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi operasional.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa akibat gangguan teknis dan masalah pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Kami atas nama PT PLN ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir," ujar Darmawan dalam video konferensi pers yang dirilis PLN.

Darmawan menyebut, saat ini, sistem kelistrikan di Pulau Jawa menghadapi tantangan gangguan teknis dari dua operasi pembangkit listrik besar yang dikelola oleh produsen listrik swasta (independent power producer/IPP). Kedua PLTU tersebut tidak dapat menyuplai listrik untuk sistem kelistrikan di Jawa.

Terkini