SMA Unggul Garuda Pacu Talenta STEM Tanpa Abaikan Humaniora

Senin, 22 Juni 2026 | 18:41:01 WIB
Kemdiktisaintek Dorong Lintas Disiplin Ilmu di SMA Unggul Garuda [FOTO : NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong percepatan pencetakan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) tanpa melupakan fungsi esensial dari rumpun ilmu sosial humaniora (soshum) lewat inisiasi program SMA Unggul Garuda.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, Senin, menerangkan bahwa kedua sektor keilmuan tersebut mempunyai urgensi yang setara serta patut ditumbuhkan lewat pendekatan lintas disiplin.

Sosok yang akrab disapa Titin ini membenarkan bahwa otoritas terkait sekarang ini memang sedang memacu jumlah talenta di rumpun STEM, mengingat persentasenya di tanah air masih tertinggal jika disandingkan dengan negara-negara maju.

"Meskipun memang saat ini kami perlu akui bahwa memang kami kekurangan talenta di bidang STEM. Di berbagai negara maju itu talenta STEM-nya sudah di atas 30-40 persen, kami masih kurang dari 20 persen, jadi kami perlu push ke sana tapi bukan berarti kami menomorduakan yang sosial," katanya.

Titin menggarisbawahi bahwa program SMA Unggul Garuda tetap menyediakan porsi yang besar untuk para murid yang berminat tinggi pada lingkup ilmu sosial humaniora, layaknya ekonomi, geografi, hukum, hingga perumusan kebijakan publik.

Ia menilai, penerapan sekaligus hilirisasi dari beraneka ragam inovasi sains teknologi sangat memerlukan landasan pemahaman sosial humaniora agar mampu memicu transformasi yang nyata sekaligus dapat diadaptasi oleh warga.

"Sosial humaniora juga menjadi sesuatu yang sangat penting ya, karena implementasi dari berbagai bidang sains itu sendiri kalau kami ingin membawa perubahan di masyarakat kan memang harus interdisiplin, multidisiplin approach-nya," ujarnya.

Kemdiktisaintek pun mengimbau para pelajar di SMA Unggul Garuda untuk merancang secara matang andil keilmuan mereka bagi delapan program prioritas nasional pemerintah atau Astacita, khususnya bila mereka berniat membidik jalur beasiswa dari negara.

Lewat pengelompokan minat sejak masa awal sekolah, Titin menginginkan setiap lulusan kelak, baik dari kelompok STEM ataupun sosial humaniora, mempunyai keterkaitan yang kuat dalam menopang target ketahanan pangan, energi bersih, layanan kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi nasional menyongsong Indonesia Emas 2045.

Perlu dipahami, Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebelumnya sukses mendongkrak capaian penerimaan mahasiswa asal Indonesia di 100 perguruan tinggi terbaik global hingga menyentuh angka 150 persen.

Berdasarkan rekapitulasi data yang dikumpulkan Kemdiktisaintek per 24 April 2026, kuantitas pelajar yang memperoleh surat penerimaan resmi (LoA) dari jajaran universitas elite dunia terkumpul sebanyak 330 orang.

Angka itu memperlihatkan adanya kenaikan mencapai 150 persen bila dikomparasikan dengan masa 2025 yang tercatat sejumlah 132 murid. 

Bersamaan dengan itu, didapati pula lonjakan total perkiraan LoA yang masuk dengan raihan 1.567 lembar surat, naik sekitar 167 persen dari capaian sebelumnya yakni 587 surat di tahun 2025.

Terkini