JAKARTA - Empat skuad negara yang sempat bersilang jalur menjadi penantang Timnas Indonesia dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terpantau tengah berjuang keras pada putaran final Piala Dunia 2026. Selepas merampungkan sepasang laga di fase penyisihan grup, peta peluang mereka untuk melangkah menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 dilaporkan masih bervariasi.
Timnas Australia muncul sebagai salah satu delegasi benua Asia yang posisinya terhitung lumayan aman. Tim berjuluk Socceroos tersebut kini bertengger di urutan kedua Grup D lewat koleksi tabungan tiga poin. Jumlah perolehan angka tersebut setara dengan koleksi timnas Paraguay yang membayangi di tempat ketiga.
Sementara itu, Timnas Amerika Serikat sudah terlebih dahulu menyegel tempat di fase 32 besar setelah menyapu bersih enam poin dari sepasang laga awal. Di pihak lain, Timnas Turki menjadi kontestan pertama dari grup tersebut yang dipastikan terdepak dari turnamen.
Peluang Australia dan Jepang
Timnas Australia masih menyisakan satu agenda pertandingan sisa. Mereka dijadwalkan bakal melakoni bentrokan kontra Turki pada 26 Juni 2026.
Raihan hasil positif pada pertandingan pamungkas tersebut dapat mengamankan kans Australia untuk melenggang ke putaran sistem gugur.
Skenario yang mirip juga tengah membayangi kubu Jepang. Skuad berkode nama Samurai Biru itu bertengger di peringkat kedua Grup F berkat torehan empat poin, menyamai perolehan angka yang dimiliki Belanda di puncak klasemen.
Peta persaingan di dalam grup tersebut terbilang masih sangat dinamis lantaran Swedia terus menguntit ketat di tangga ketiga dengan raihan tiga poin.
Di sisi lain, Tunisia dipastikan sudah kehilangan asa untuk memperpanjang napas mereka dalam turnamen ini. Jepang dijadwalkan bakal bersua Swedia pada partai pemungkas grup. Hasil imbang dinilai sudah lebih dari cukup demi mengantarkan skuad Matahari Terbit menembus fase 32 besar.
Arab Saudi Berada di Ujung Tanduk
Kondisi yang dihadapi Timnas Arab Saudi terpantau jauh lebih pelik apabila dikomparasikan dengan nasib Australia maupun Jepang.
Skuad berjuluk Green Falcons tersebut terjerembap di dasar klasemen Grup H setelah hanya mampu mendulang satu poin dari sepasang pertandingan.
Grup neraka tersebut dihuni oleh tim-tim kuat sekelas Spanyol, Uruguay, serta Cape Verde. Arab Saudi tercatat masih mengantongi satu laga sisa dengan melawan Cape Verde pada 27 Juni 2026.
Torehan kemenangan bertindak sebagai syarat mutlak bagi Arab Saudi andai ingin terus memelihara peluang lolos. Kendati demikian, hasil akhir dari bentrokan paralel antara Spanyol melawan Uruguay dipastikan turut mengintervensi posisi akhir mereka di tabel klasemen grup.
Merujuk pada kalkulasi di atas kertas, kans Arab Saudi menuju babak gugur sejatinya masih terbuka, walaupun nasib mereka tidak sepenuhnya dipegang oleh tangan mereka sendiri.
Irak Menghadapi Misi Berat
Kondisi yang tidak kalah rumit juga tengah mendera kubu Timnas Irak. Tim asuhan Singa Mesopotamia tersebut terdampar di urutan terbawah klasemen grup tanpa sanggup meraih satu poin pun dari dua laga yang telah dilewati.
Frans Putros bersama kolega kini hanya menyisakan satu partai pamungkas kontra Senegal pada 27 Juni 2026. Hasil kemenangan mutlak menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika mereka masih berambisi merawat asa bertahan di turnamen.
Walau begitu, celah kelolosan bagi Irak kini terpantau hanya tersedia lewat skenario jalur peringkat ketiga terbaik.
Di samping dituntut wajib mengamankan tiga poin penuh pada laga pemungkas, mereka juga harus bergantung pada dinamika hasil akhir dari grup-grup lain agar posisi mereka masuk dalam daftar empat tim peringkat ketiga terbaik demi mengklaim tiket menuju babak 32 besar.