Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman bagi Anak Buruh di Bantul

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:12:02 WIB
Wihaji: Kemendukbangga Fasilitasi Daycare Tamasya untuk Buruh [FOTO: NET].

JAKARTA- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyediakan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau tempat penitipan anak (daycare) yang terjamin keamanannya dengan tenaga pengasuh yang memiliki sertifikat guna membantu para pekerja pabrik di wilayah Bantul, Yogyakarta.

"Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kami sebut Tamasya. Karena itu, saya sebagai pembantu Presiden mencoba menerjemahkan. Pada waktu itu Bapak Presiden Insya Allah sudah menjawab tuntutan para buruh, dan saya bagian pembantu yang menerjemahkan agar bisa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kunjungannya ke Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (26/06/2026).

Dalam momentum menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026 nanti, Mendukbangga Wihaji menekankan urgensi dalam memproteksi anak sekaligus menopang pola asuh bermutu lewat daycare guna mendongkrak angka keterlibatan kerja kaum perempuan di sektor formal.

"Ada beberapa perusahaan, termasuk organisasi-organisasi dari pengusaha-pengusaha, untuk bisa mengkampanyekan dan mengajak (pendirian daycare bagi pekerja). Hari ini, sudah ada 3.366 daycare dalam binaan kami, yang tadi syarat-syaratnya harus dipenuhi. Jangan sampai terulang kasus Yogyakarta yang viral waktu itu karena tidak ada izinnya dan pola asuhnya belum kami ketahui secara komprehensif," kata Mendukbangga Wihaji.

Ia menekankan bahwa tiap-tiap Tamasya wajib dilengkapi fasilitas CCTV supaya para orang tua dapat terus memonitor tumbuh kembang buah hati secara berkala, sehingga para pekerja bisa tetap produktif di tempat kerja mereka.

"Ini bagian dari jawaban tuntutan para buruh, tentu step by step (secara bertahap) kami kerjakan, dan terus nanti saya koordinasikan dengan pihak terkait, setelah itu Insya Allah nanti perkembangannya akan saya segera laporkan kepada Bapak Presiden, tetapi ini bagian dari kami cek, kami tengok, bahwa anak-anak ini juga berhak untuk mendapatkan pola asuh, tetapi juga tidak menghentikan orang tuanya tetap bekerja," tutur Mendukbangga Wihaji.

Mendukbangga pun memaparkan bahwa Tamasya sudah disertai dengan petugas medis guna memantau perkembangan sang anak, sebab salah satu kriteria yang diwajibkan dalam daycare ialah menyediakan sistem pelayanan rujukan.

"Maka kami lihat, di sini juga ada dokternya. Kami ada empat menu, salah satunya adalah cek kesehatan gratis, kemudian cek tumbuh kembang, komunikasi orang tua, dan yang terakhir adalah tentang rujukan. Itulah empat syarat yang harus dipenuhi setiap Tamasya yang kami dampingi dari 3.366 se-Indonesia," ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.

Terkini