KBRI Beijing Dukung Kompetisi Video Persahabatan ASEAN-China

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:33:01 WIB
Kompetisi Video Pendek Perkuat Persahabatan ASEAN dan China [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Duta Besar RI untuk Republik Rakyat China Irene menyampaikan dukungan terhadap lomba video bertema ASEAN dan China, karena dianggap sebagai landasan krusial bagi persahabatan masyarakat di kawasan tersebut.

"Saya sangat senang melihat para kreator Indonesia turut berpartisipasi secara aktif dalam kompetisi tahun ini. Setiap karya yang dikirimkan merupakan kontribusi yang bermakna dalam memperkuat pemahaman dan persahabatan antarmasyarakat," kata Irene di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Kamis (25/6/2026).

Irene menyampaikan hal tersebut saat pengumuman pemenang Kontes Video Pendek Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-China ke-5 yang bertema "Bergandengan Tangan, Dari Hati ke Hati, Bersama untuk Modernisasi".

Sejak dibuka pada Desember 2025, ajang ini mengumpulkan 8.774 karya dari berbagai negara ASEAN dan China. 

Sebanyak 39 pemenang terpilih dari China, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, serta Indonesia yang menyabet dua penghargaan.

"Terlepas dari apakah sebuah karya meraih penghargaan atau tidak, setiap peserta telah ikut membangun jembatan yang menghubungkan komunitas kami," tambah Irene.

Indonesia, tegas Irene, menjadikan pertukaran antarmasyarakat sebagai salah satu pilar penting kerja sama ASEAN–China.

"Hubungan antara komunitas, seniman, pekerja media, wirausahawan, dan pelaku budaya akan semakin memperkaya kemitraan kami serta membuka pintu-pintu baru bagi generasi yang akan datang. Persahabatan ini tidak terbentuk dalam sekejap, melainkan telah dirajut dari generasi ke generasi melalui sejarah bersama, hubungan yang erat, dan rasa saling percaya," jelas Irene.

Irene menyoroti tahun ini sebagai momentum istimewa untuk merayakan 35 tahun hubungan ASEAN-China serta lima tahun kemitraan strategis komprehensif.

"Selama 35 tahun terakhir, persahabatan ASEAN dan China telah berkembang menjadi kemitraan yang nyata dan berdampak. Hubungan ini tercermin dalam perdagangan, investasi, konektivitas, kerja sama di berbagai bidang, serta yang paling penting, hubungan antarmasyarakat yang semakin dekat," ungkap Irene.

Ia juga mengutip pepatah China "M?i m?i y? gòng, ti?nxià dàtóng" yang bermakna ketika setiap keindahan saling menghargai dan hidup berdampingan, dunia akan menjadi tempat yang harmonis bagi semua.

"Karya-karya ini mengingatkan kami bahwa meskipun kami berasal dari budaya, bahasa, dan latar belakang yang beragam, kami tetap terhubung oleh nilai-nilai mendasar yang sama, yaitu persahabatan, kerja sama, dan semangat untuk maju bersama," ungkap dia.

Direktur Jenderal Departemen Publisitas Partai Komunis China Guangxi, Chen Yijun, menyatakan bahwa Guangxi siap bekerja sama untuk memajukan ekosistem budaya audiovisual.

"Sebagai tuan rumah, Guangxi siap untuk memperluas jaringan pertukaran antarbudaya, memperdalam kerja sama di tingkat daerah, serta memperkuat kolaborasi di bidang pariwisata, 'think tank', media, dan pemuda. Kami berupaya mendorong lebih banyak generasi muda dari berbagai negara untuk bersama-sama berpartisipasi," kata Chen Yijun.

Penyelenggara dari China International Communication Group (CICG) menyebut media berperan vital sebagai jembatan untuk memperluas pertukaran serta meningkatkan saling pengertian.

"Sejak tahun 2020, kontes video pendek ini telah berhasil diselenggarakan. Kompetisi ini telah menarik partisipasi banyak kreator, menghasilkan berbagai karya video pendek, serta disebarluaskan melalui platform media sosial. Kegiatan ini telah menjadi sebuah merek penting untuk menampilkan kerja sama China–ASEAN dan mendorong hubungan antarmasyarakat," kata Direktur CICG Chang Bo.

Dua karya asal Indonesia yang memenangkan kompetisi tersebut adalah "Kota Kebahagiaan" karya Rian Fahardhi Risyad ("Excellence Awards") dan "Boundless Love" dari Nanyang Breeds Media ("Special Awards Micro Drama").

Terkini