JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan pertumbuhan pada volume produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga menyentuh angka 1.370 gigawatt-hour (GWh) sepanjang periode kuartal I 2026.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani lewat penjelasan tertulisnya di Jakarta, Jumat, mengungkapkan bahwa lonjakan performa tersebut bertindak sebagai salah satu stimulan utama penopang kinerja perseroan pada pembukaan awal tahun ini.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan praktik keberlanjutan agar PGE semakin berperan sebagai world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Ahmad.
Saat ini, ia memaparkan bahwa PGE memegang kendali atas pengelolaan 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW), yang terbagi dalam porsi 727 MW operasional mandiri di bawah kelolaan langsung PGE serta porsi 1.205 MW yang dijalankan lewat mekanisme skema Kontrak Operasi Bersama.
Melalui kepemilikan andil sekitar 70 persen dari total akumulasi kapasitas terpasang panas bumi di tingkat nasional, PGE memegang esensi penting dalam memperkokoh keandalan sistem ketenagalistrikan domestik sekaligus mengakselerasi roda transisi menuju adopsi energi yang lebih hijau.
Atas dasar pencapaian positif tersebut, ia mengutarakan bahwa PGE belum lama ini sukses menyabet penghargaan ESG Leadership Award 2026 sebagai Sector Champion pada kategori Infrastructure di perhelatan Asia-Pacific Sustainable Business & Innovation Forum (ASBIF) 2026.
Sebagai informasi, ajang penghargaan tersebut diinisiasi oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Research Centre for ESG, The Hang Seng University of Hong Kong.
Ahmad mengutarakan bahwa penganugerahan tersebut bertindak sebagai bentuk apresiasi atas langkah konsisten PGE dalam memadukan instrumen nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam lini operasional korporasi secara menyeluruh.
Implementasi nilai tersebut mencakup penguatan pada tata kelola perusahaan, pemeliharaan aspek lingkungan hidup, penegakan prinsip keselamatan kerja, sampai dengan program pemberdayaan warga lokal yang bermukim di sekitar area wilayah kerja panas bumi.
“Penghargaan ESG Leadership Award ini menjadi pengakuan atas konsistensi PGE dalam menerapkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan,” ujar Ahmad.
Dalam panggung kompetisi ESG Leadership Award 2026, PGE sukses mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di antara sembilan entitas perusahaan kandidat lainnya di klaster sektor infrastruktur yang masuk ke dalam radar penilaian dewan juri.
Pencapaian ini, sambung Ahmad, kian mempertegas posisi tawar PGE sebagai salah satu korporasi energi baru dan terbarukan (EBT) terdepan di tanah air yang memegang komitmen kuat memacu akselerasi panas bumi secara berkesinambungan.
Sementara itu, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat menilai bahwa perolehan penghargaan ini merefleksikan kedisiplinan PGE dalam menyusun fondasi bisnis yang kokoh, yakni dengan menyelaraskan variabel keberlanjutan, kepatuhan tata kelola, beserta manajemen mitigasi risiko ke dalam cetak biru strategi perusahaan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa kinerja operasional, disiplin keuangan, tata kelola yang transparan, serta pengelolaan risiko yang prudent dapat berjalan selaras dengan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Fransetya.