Jangan Abaikan, Ini Tanda Tubuh Anda Sedang Alami Dehidrasi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:27:32 WIB
Sering Dianggap Kelelahan, Kenali Gejala Dehidrasi Sejak Dini [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak orang tetap beraktivitas meski tubuh sebenarnya menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan. Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa, kurang tidur, atau tekanan darah rendah. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK, menyatakan bahwa dehidrasi memiliki tingkatan dengan gejala yang berbeda. Memahami tanda-tandanya sejak dini penting agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi lebih serius serta mengganggu kesehatan dan produktivitas.

Menurut dr. Cut, dehidrasi tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung terasa. Pada tahap awal, tubuh masih beradaptasi sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa kebutuhan cairannya belum terpenuhi.

“Dehidrasi dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang, berat. Kalau dehidrasi ringan memang kami enggak berasa,” kata dr. Cut dalam Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA, di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kondisi inilah yang membuat dehidrasi ringan sering terabaikan. Seseorang mungkin tetap bisa beraktivitas tanpa menyadari bahwa tubuh mulai kekurangan cairan. 

Padahal, kebiasaan kurang minum yang berkelanjutan dapat memicu dehidrasi yang lebih berat. Oleh karena itu, para ahli menyarankan pemenuhan cairan secara rutin, bukan hanya saat merasa haus.

Saat dehidrasi memasuki tingkat sedang, tubuh mulai menunjukkan gejala yang lebih nyata, namun sering disalahartikan sebagai masalah kesehatan lain.

“Tapi dehidrasi sedang itu sudah mulai terasa dengan adanya gangguan fokus, bibir kering, merasa lunglai, atau merasa seperti darah rendah, tapi ternyata tubuh kekurangan cairan,” ujar dr. Cut.

Gangguan fokus menjadi tanda umum, di mana seseorang sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar. Bibir kering dan tubuh yang kurang bertenaga juga menjadi sinyal asupan cairan yang tidak mencukupi.

Apabila jumlah cairan yang masuk semakin minim, dampak yang ditimbulkan menjadi lebih serius.

“Sementara untuk dehidrasi sedang sampai berat itu artinya hanya sedikit cairan yang masuk ke tubuh, sehingga menyebabkan gangguan konsentrasi, lemas, dan tidak bisa beraktivitas apapun,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan tubuh kesulitan menjalankan fungsi normalnya. Energi menurun dan sistem tubuh terganggu. Pada kondisi lebih berat, dehidrasi dapat disertai gejala tambahan yang menandakan tekanan serius pada tubuh.

“Kemudian, dehidrasi yang berat biasanya disertai dengan suhu tubuh yang sangat panas dan ada penyakit penyertanya,” kata dr. Cut.

Dampak dehidrasi tidak hanya dirasakan jangka pendek, tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas dalam jangka panjang.

“Efeknya kalau dehidrasi dalam waktu yang panjang itu aktivitas harian terganggu, tidak bisa berkonsentrasi, hingga badan akan terasa kaku. Kekurangan elektrolit membuat tubuh tidak bisa menjalankan fungsinya dengan optimal,” tuturnya.

Menjaga kecukupan cairan setiap hari adalah langkah sederhana yang krusial agar tubuh dapat menjalankan fungsi vitalnya dengan optimal dan terhindar dari risiko dehidrasi.

Terkini