Bank Mandiri Sebut Penempatan Dana SAL Dorong Kredit Nasional

Senin, 29 Juni 2026 | 15:28:31 WIB
Ilustrasi/Kantor pusat Bank Mandiri. [Foto: via Antara]

JAKARTA - Bank Mandiri menyatakan bahwa penempatan kembali Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke dalam industri perbankan nasional terbukti memberikan dampak positif bagi penguatan likuiditas perbankan, sekaligus memacu fungsi intermediasi yang lebih optimal dalam menyokong laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Keuangan yang menempatkan dana SAL di Bank Mandiri. Dana SAL menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri yang kontribusinya dirasakan secara langsung dalam mendukung pertumbuhan kredit dan kebutuhan masyarakat," ujar Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Riduan, dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (29/6/2026).

Riduan menuturkan bahwa penempatan dana SAL mencerminkan bentuk sinergi yang solid antara pemerintah dan pihak perbankan guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus menopang laju ekonomi. 

Menurut Riduan, langkah penempatan dana ini pun memperkokoh efektivitas dari kebijakan fiskal serta mendukung fungsi intermediasi bank, termasuk dalam mendistribusikan pembiayaan ke berbagai sektor produktif.

"Kolaborasi tersebut semakin memperkuat komitmen Bank Mandiri untuk terus menjalankan perannya dalam menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan kepada sektor yang mendukung ekonomi kerakyatan," imbuh Riduan.

Di sisi lain, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengimbuhkan bahwa dana SAL tersebut memberikan efek positif yang konkret bagi struktur pendanaan, termasuk meningkatkan efisiensi biaya dana yang secara otomatis memperlebar ruang penyaluran kredit.

Bank Mandiri menegaskan bakal terus fokus memacu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lewat peningkatan himpunan dana murah yang disokong oleh penguatan ekosistem serta percepatan aspek digital. Strategi ini dijalankan guna memastikan struktur pendanaan tetap kokoh.

Menyangkut penyaluran kredit, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan hingga pengujung tahun akan bergerak selaras dengan perkembangan industri. 

Pihak perseroan pun akan tetap menyalurkan kredit secara selektif dengan memprioritaskan prinsip kehati-hatian serta tata kelola risiko.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal kembali menempatkan dana SAL ke sektor perbankan dengan estimasi Rp75 triliun hingga Rp100 triliun guna menyuntik likuiditas bank-bank Himbara.

“Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah, tadinya 200 tambah saya, saya tambah Rp100 triliun. Nanti ada yang Rp75-100 triliun lebih fleksibel. Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kami,” kata Purbaya, Jumat (26/6/2026).

Purbaya menjelaskan, lewat guyuran likuiditas pada perbankan Himbara ini, tingkat suku bunga di pasar dapat melandai sehingga roda perekonomian bisa kembali melaju kencang.

Purbaya pun mengakui bahwa sebelumnya sempat menarik dana dari Himbara lantaran adanya permohonan dari sejumlah pihak, namun tindakan tersebut nyatanya malah membuat kondisi likuiditas perbankan menjadi kering.

“Atas permintaan beberapa pihak suruh tarik, saya tarik. Rupanya jadi kering dan enggak ada sumber uang lagi. Jadi saya balikin lagi. Kemarin sudah ditarik Rp100 triliun kalau enggak salah. Jadi tinggal 175 jenisnya,” kata Purbaya.

Berdasarkan penuturan Purbaya, stimulus pemerintah ke Himbara tersebut menjadi satu-satunya motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi saat ini. 

Langkah ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki agar aktivitas ekonomi terus berjalan maju.

Ada lima bank Himbara yang bakal menerima kucuran dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah tersebut, yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, dan BRI. Purbaya menegaskan bahwa aliran dana tersebut hanya akan difokuskan kepada lima lembaga perbankan tersebut.

Terkini