Atasi Antrean SPBU, Pertamina Pasok 2,7 Juta KL Bio Solar ke Jatim

Selasa, 30 Juni 2026 | 22:51:31 WIB
Pertamina Tambah Kuota Bio Solar Subsidi Jawa Timur Jadi 2,7 Juta KL [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan sebanyak 2,7 juta kilo liter Bio Solar bersubsidi guna mempertebal pasokan sekaligus mengurai antrean panjang kendaraan di area SPBU. 

Fenomena antrean mengular yang didominasi oleh armada truk untuk memperoleh Bio Solar bersubsidi tersebut sempat melanda sejumlah wilayah di Jatim, khususnya di kawasan Surabaya Raya, Malang, Pasuruan, Mojokerto, serta beberapa kabupaten/kota lainnya selama beberapa minggu belakangan.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memaparkan bahwa kemacetan antrean tersebut dipicu oleh adanya lonjakan volume pembelian dalam waktu yang bersamaan. Akibatnya, alur proses pengiriman dari fasilitas depo menuju SPBU memerlukan langkah penyesuaian operasional.

“Jadi jangan kemudian kalau di pom bensin habis kita mengasumsikan di deponya pasti habis, enggak begitu ya," kata Emil di Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Sebagai langkah solutif, Pertamina menaikkan volume pasokan sebesar 6 hingga 8 persen dari batas kuota yang telah dipatok sebelumnya, sehingga akumulasi totalnya merangkak naik menjadi 2,7 juta kilo liter dari batas awal yang sebanyak 2,4 juta kilo liter.

"Kuota untuk Jawa Timur sudah dinaikkan oleh Pertamina antara 6 sampai 8 persen kenaikannya. Jadi 2,7 juta kilo liter untuk biosolar bersubsidi," tegas Emil.

Bukan sebatas mempertebal volume kuota pasokan, Pemprov Jatim turut melayangkan permohonan agar pihak Pertamina menyiapkan armada truk tangki tambahan. Langkah ini dinilai krusial agar proses distribusi BBM dari depo menuju jaringan SPBU dapat bergulir secara lebih akseleratif.

"Kendalanya adalah mengangkut dari depo ke pom ini. Kalau misalnya dia lebih cepat dibelinya dibandingkan biasanya, itu pasti butuh armada tambahan. Nah, sudah ada tambahan-tambahan armada yang dimobilisasi," bebernya.

Akan tetapi, kondisi ketersediaan armada pengangkut saat ini masih terbilang terbatas. Oleh karena itu, Pertamina mengambil langkah prioritas dengan mengarahkan sirkulasi distribusi menuju titik-titik vital seperti kawasan jalur pelabuhan lantaran bertindak selaku urat nadi logistik.

“Tempat-tempat yang vital seperti akses pelabuhan. Karena itu kan masalah logistik nih, supaya jangan sampai sembako terganggu, apa terganggu," ujarnya.

Menyandarkan pada laporan yang dirilis oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, terhitung sejak 23 Juni terdapat 12 unit mobil tangki yang dikerahkan untuk mengangkut pasokan Bio Solar menuju area pelabuhan, utamanya di zona Surabaya Raya.

 Jika kondisi antrean kendaraan terpantau masih terjadi di sejumlah lokasi, maka pihak Pemprov bakal melangsungkan agenda evaluasi berkala secara kolektif dengan menggandeng Pertamina, BPH Migas, serta Kementerian ESDM.

Terkini