Kemhan Evaluasi Latsarmil, Komisi I Sebut Keputusan yang Tepat

Rabu, 01 Juli 2026 | 17:49:32 WIB
Anggota Komisi I: Evaluasi Latsarmil oleh Kemhan Keputusan Tepat [FOTO: NET].

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyampaikan bahwa kebijakan Kementerian Pertahanan dalam meninjau ulang program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer koperasi desa dan koperasi nelayan ialah keputusan yang tepat.

Bagi dia, langkah Kemhan menyudahi program latsarmil itu serta mengalihkan bentuknya menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial memperlihatkan sikap pemerintah yang peka terhadap aspirasi publik.

“Kami mengapresiasi dan mendukung langkah Kemhan yang melakukan evaluasi serta menghentikan program latsarmil dan menggantinya dengan pendidikan bela negara dan manajerial. 

Ini merupakan keputusan yang tepat dan responsif terhadap berbagai masukan serta evaluasi yang berkembang,” kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Dia menilai latsarmil kurang sejalan dengan peran serta fungsi dari para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih. 

Para calon manajer tersebut lebih memerlukan peningkatan kapasitas pada sektor manajemen, jiwa kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, serta ekspansi usaha koperasi.

Akan tetapi, ia menggarisbawahi, pemahaman bela negara tetap esensial diberikan sebagai medium pembentukan karakter, rasa disiplin, sekaligus militansi pengabdian bagi negara. Materi itu pun mesti dikondisikan dengan keperluan para peserta.

“Pendidikan bela negara dan manajerial sangat dibutuhkan. Selain membangun karakter dan rasa cinta tanah air, program tersebut juga tidak memberatkan calon manajer kopdes sehingga mereka dapat fokus mempersiapkan diri menjalankan tugasnya di lapangan,” ucapnya.

Oleh memberikan catatan agar transformasi yang ditempuh Kemhan tidak sekadar berupa pergantian nomenklatur program. Inti materi, metode edukasi, hingga skema pelatihan pun wajib dibenahi serta diselaraskan dengan visi pembentukan sumber daya manusia pengurus koperasi.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pelatihan lebih efektif, relevan dengan kebutuhan peserta, dan yang paling penting tidak lagi menimbulkan korban jiwa,” kata dia.

Ia menginginkan agar perubahan tersebut mampu menyajikan kompetensi yang lebih berfaedah untuk calon manajer koperasi demi menopang manajemen koperasi yang profesional, produktif, dan berkesinambungan.

Sebelumnya, Kemhan menyetop pelaksanaan latsarmil bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengurus atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (29/6).

Pergeseran itu diaplikasikan sesudah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kembali pola pembelajaran, menyusul insiden meninggalnya lima orang peserta latsarmil. Melalui evaluasi ini, aktivitas fisik serta penggemblengan yang bersinggungan dengan militer bakal dipangkas.

“Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini. Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” jelas Rico.

Terkini