Gap Pertamax & Pertalite Rp6.250, Pertamina Awasi Shifting Konsumsi

Kamis, 02 Juli 2026 | 22:53:01 WIB
Pertamina Awasi Perpindahan Konsumsi dari Pertamax ke Pertalite [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) hingga kini masih mengamati fenomena shifting atau migrasi konsumsi para pelanggan dari BBM nonsubsidi beralih ke BBM bersubsidi, Pertalite. Hal ini menyusul adanya disparitas harga yang tergolong lebar terhitung sejak Juni 2026. 

Di pasar, harga komoditas BBM Pertamax (RON 92) dibanderol sebesar Rp16.250 per liter. Di sisi lain, harga untuk jenis Pertalite masih tertahan di angka Rp10.000 per liter.

Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini belum dapat memaparkan data konkret mengenai pergeseran konsumsi para pengguna. 

Kendati demikian, ia menyatakan bahwa Pertamina secara kontinu terus memonitor fenomena tersebut.

"Datanya nanti kita coba mintakan ya. Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus memantau," ucap Baron saat ditemui di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia mengimbuhkan bahwa untuk saat ini fokus utama Pertamina masih tertuju pada kelancaran proses distribusi pasokan BBM ke hadapan para konsumen.

"Dalam penyalurannya sendiri, kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan BBM subsidi tersebut," tutur Baron.

Pihak Pertamina sendiri baru saja memberlakukan pemotongan harga untuk lini produk nonsubsidi terhitung sejak Rabu (1/7/2026) ini. Langkah penurunan harga tersebut meliputi varian Pertamax Turbo, Pertamina Dex, serta Dexlite.

Secara rinci, banderol Pertamax Turbo merosot 7% dari awal Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Selanjutnya, harga Pertamina Dex terpangkas 15% dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

 Sementara itu, untuk varian Dexlite tercatat menyusut 14% dari yang mulanya Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.

Di sudut lain, nominal harga untuk Pertamax terpantau stagnan atau tidak bergeser dari posisi Juni 2026, yaitu tetap senilai Rp16.250 per liter. Selaras dengan itu, Pertamax Green 95 pun masih tertahan pada level Rp17.000 per liter.

Sama halnya dengan lini nonsubsidi tadi, tarif untuk BBM bersubsidi pun terpantau tidak mengalami pergeseran. Komoditas Pertalite masih dipasarkan senilai Rp10.000 per liter, sedangkan untuk jenis Biosolar dipatok pada angka Rp6.800 per liter.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa langkah penyesuaian harga ini merupakan bagian dari proses evaluasi berkala yang selaras dengan mekanisme regulasi yang berlaku. 

Langkah ini berpijak pada fluktuasi harga pasar minyak global, dengan mempertimbangkan variabel aspek fiskal, kekuatan daya beli, serta roda perekonomian publik.

“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” terang Kitty lewat rilis resminya

Terkini