Produksi CPO Naik, Laba Bersih PalmCo Melesat Jadi Rp7,08 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 02:51:32 WIB
Laba Bersih PalmCo Melonjak 90,3% Menjadi Rp7,08 Triliun di 2025 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mengantongi laba bersih senilai Rp7,08 triliun sepanjang 2025 alias melesat 90,3% bila disandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun. 

Lonjakan laba ini ditopang oleh ekspansi produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan pondasi bisnis.

Pencapaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. 

Pihak perseroan menyebutkan bahwa pembenahan performa komersial ini terjadi di tengah kepungan tantangan berupa volatilitas pasar energi, ketidakpastian iklim ekonomi global, hingga anomali cuaca di sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko mengungkapkan bahwa penguatan laba disokong oleh apresiasi harga jual rata-rata CPO yang menyentuh Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4% ketimbang periode 2024. 

Momentum positif ini dioptimalkan oleh korporasi lewat peningkatan volume penjualan serta kontrol ketat biaya operasional.

"Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 10% di tahun 2025 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Bukan sekadar laba bersih, PalmCo pun membukukan EBITDA menembus Rp13,27 triliun atau naik 46% dari torehan Rp9,09 triliun pada 2024. Tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) merangkak naik ke posisi 9,2%. 

Dari sektor operasional, produksi CPO tercatat menyentuh 2,70 juta ton di sepanjang 2025 atau tumbuh 7,87% jika dikomparasikan dengan realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka 2,49 juta ton.

Menurut sudut pandang Jatmiko, torehan apik ini merupakan buah manis dari langkah transformasi yang diimplementasikan perusahaan selama tiga tahun belakangan. Laba bersih PalmCo terekam mendaki dari Rp2,53 triliun pada 2023 menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, sebelum akhirnya melonjak drastis ke level Rp7,08 triliun pada 2025.

Walau demikian, perseroan memandang capaian ini bukanlah titik akhir dari perjalanan transformasi. PalmCo bakal terus melanjutkan peningkatan efisiensi operasional, memperkokoh lini manajemen risiko, sekaligus menjaga tingkat produktivitas demi merawat kesinambungan pertumbuhan kinerja.

Di luar matrik keuangan, PalmCo juga mengemas pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di area seluas 6.672 hektare sepanjang 2025, bertengger sebagai yang terbesar di skala nasional mengacu pada data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Produktivitas petani plasma yang berada di bawah binaan sanggup mengemas rata-rata 20,18 ton tandan buah segar per hektare per tahun.

Ke depan, perusahaan juga berkomitmen melanjutkan pematangan program hilirisasi sawit, termasuk skema optimalisasi produk turunan selaku bahan baku renewable biogasoline demi menyokong kedaulatan energi nasional.

Terkini