Prabowo Sambut Hangat Presiden Belarus di Istana Merdeka

Jumat, 03 Juli 2026 | 19:05:32 WIB
Babak Baru Hubungan Indonesia-Belarus Usai Jeda 13 Tahun [FOTO: NET].

JAKARTA - Jalinan bilateral antara Indonesia dan Belarus resmi menapaki fase anyar pascapertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko. 

Bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Prabowo bersama Lukashenko memperkokoh hubungan serta kemitraan kedua belah pihak di pelbagai sektor strategis sepanjang 1-2 Juli 2026. Lawatan Presiden Belarus selama dua hari kemarin menjadi kunjungan kedua bagi Lukashenko ke tanah air.

"Kunjungan ini adalah kunjungan kedua dari Presiden Lukashenko setelah kunjungan beliau yang pertama ke Indonesia pada tahun 2013 yang lalu," kata Menteri Luar Negeri Sugiono, di halaman Istana Merdeka, Kamis (2/6/2026). "Dan kami berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kami dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber-sumber daya yang kami butuhkan," imbuh dia.

Disambut langsung Prabowo

Prabowo selaku Kepala Negara mengekspresikan rasa hormat lantaran dapat menjamu kunjungan kedua dari Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Indonesia. Terlebih, lawatan perdana Lukashenko ke Indonesia sudah berlangsung 13 tahun silam.

"Lebih dari 13 tahun yang lalu, Yang Mulia melakukan kunjungan kepada Republik Indonesia dan sekarang Yang Mulia kembali ke Indonesia. Kami sangat merasa dihormati," kata Prabowo, usai pertemuan bilateral.

Kedatangan Lukashenko beserta jajaran didelegasikan lewat upacara penyambutan yang bergulir khidmat. Barisan pasukan berkuda, dentuman meriam salvo, inspeksi pasukan kehormatan, pementasan tari tradisional Indonesia, hingga kehadiran murid-murid sekolah dasar ikut memeriahkan prosesi penyambutan Presiden Belarus.

Prabowo bahkan menyongsong langsung Lukashenko begitu mendarat di halaman Istana Merdeka. Semenjak turun dari kendaraan, Prabowo memperlihatkan sikap hormat serta menjabat tangan Presiden Belarus. Keduanya pun saling bertukar sapa lalu berpelukan.

Keakraban kedua pucuk pimpinan negara ini turut terlihat di sela-sela forum bilateral. Mereka bahkan tampak saling bergandengan tangan serta duduk berdampingan di atas mobil buggy di tengah agenda pertemuan.

Luncurkan roadmap kerja sama

Di dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Belarus merupakan mitra krusial bagi Indonesia di kawasan Eurasia. Kedua pemimpin juga bermufakat memperkukuh jalinan melalui perilisan peta jalan atau roadmap perihal penguatan kerja sama untuk jangka waktu 2026-2030.

"Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan," ungkap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan ini memaparkan, peta jalan itu mencerminkan komitmen bersama demi mewujudkan kemitraan yang kian terarah serta nyata. Menurutnya, kedua belah pihak bertekad untuk terus mendongkrak kerja sama di rupa-rupa sektor, salah satunya pada lini ketahanan pangan.

"Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk alat dan teknologi pertanian serta alat berat," ujar dia.

Fokus industri, pertanian, teknologi

Presiden Prabowo pun menjabarkan bermacam kemitraan yang dianyam oleh kedua negara. Ia menyebut, kolaborasi Indonesia dan Belarus ke depannya bakal dikonsentrasikan pada bidang industri, pertanian, hingga teknologi.

"Ke depan, kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi," kata Prabowo.

Pada lini ketahanan pangan, keduanya memegang komitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi. Pada sektor ekonomi, Prabowo menggarisbawahi bahwa keduanya bermufakat untuk terus memperlebar kemitraan guna menyokong agenda pembangunan nasional kedua negara.

Di kluster perdagangan, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Belarus yang telah menuntaskan proses ratifikasi kesepakatan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement.

"Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," kata Prabowo.

Di sektor industri, Prabowo menyoroti prospek cerah guna memacu investasi serta joint venture antar-pelaku bisnis kedua negara, khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, serta agroindustri.

Pada lini sosial budaya serta pembangunan sumber daya manusia (SDM), Indonesia dan Belarus bakal mendorong jalinan yang kian akrab.

"Melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi," tutur dia.

Berikutnya, Prabowo menyampaikan, sinergi Indonesia dan Belarus di bidang pertahanan berjalan dengan amat baik.

"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," imbuh Prabowo.

7 kesepakatan

Di samping itu, forum bilateral ini menelurkan tujuh nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus perjanjian kerja sama. Menurut Prabowo, kedekatan kedua belah pihak turut direalisasikan lewat kesepakatan sejumlah dokumen kerja sama di antaranya pada sektor kesehatan, budaya, industri, sains dan teknologi.

"Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara," kata Prabowo.

Ketujuh kemitraan tersebut meliputi MoU seputar kerja sama industri, MoU seputar kerja sama bidang kebudayaan, MoU atas kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Nasional Belarus, serta MoU perihal kerja sama bidang kesehatan.

Kelima, kesepakatan kerja sama ilmiah dan teknis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus. Selanjutnya, nota kesepahaman kerja sama mengenai pertukaran laporan intelijen seputar pencucian uang, pendanaan terorisme, serta proliferasi senjata pemusnah massal antara PPATK dengan Departemen Pemantauan Keuangan Komite Kontrol Negara Belarus.

Terakhir, MoU terkait kerja sama bidang akreditasi nasional antara Komite Akreditasi Nasional Republik Indonesia dengan Republican Unitary Enterprise Belarusian State Center for Accreditation.

Mitra strategis

Pada kesempatan tersebut, Lukashenko menghaturkan terima kasih kepada Prabowo atas sambutan serta undangan berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, lawatan ini telah dirancang semenjak setahun silam.

"Kunjungan ini sudah direncanakan bahwa kami sudah lama membahas bahwa kita akan bertemu di sini," ungkap Lukashenko, usai pertemuan bilateral.

Di depan Prabowo, Presiden Belarus melabeli Indonesia selaku salah satu mitra krusial di wilayah Asia Tenggara.

"Indonesia akan selalu jadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah anda, jika Anda cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup,” ujar Lukashenko.

Lukashenko menganggap, jalinan kedua negara dalam beberapa tahun belakangan memperlihatkan grafik perkembangan yang kian karib. Menurutnya, kerja sama kedua belah pihak telah membukukan bermacam progres yang positif.

"Terdapat banyak progres di berbagai bidang, ada yang sudah tercapai untuk masa depan dan ada yang masih bersifat potensial,” ungkap dia.

Ia menguraikan, Indonesia dan Belarus mempunyai ikatan yang telah terwujud sepanjang lebih dari tiga dekade atau dirintis semenjak 1993. Semenjak tahun 1993, bagi dirinya, kerja sama kedua negara terus melaju dengan landasan saling menghormati serta saling memberikan sokongan.

Lukashenko mengutarakan, relasi kedua negara mencerminkan adanya keselarasan visi dan sokongan satu sama lain. Dalam momentum itu, ia mengapresiasi dialog bilateral yang bergulir transparan dalam atmosfer persahabatan. Belarus pun menyodorkan diri guna ikut serta mendongkrak produktivitas sektor pangan Indonesia.

"Kami siap berkontribusi untuk meningkatkan produksi pangan Indonesia melalui transfer teknologi, mekanisasi pertanian, serta berbagai solusi yang telah kami kembangkan," ujar dia.

Buka KBRI

Di samping itu, Presiden Lukashenko ikut menyambut positif rencana Presiden Prabowo untuk meresmikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus.

"Saya terima kasih kepada Pak Presiden atas rencana membuka kedutaan Indonesia," kata Lukashenko.

Lukashenko pun memberikan apresiasi atas rencana Prabowo menyediakan rute penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia ke Belarus. Menurutnya, skema tersebut bakal mengundang kian banyak warga Belarus pelesiran ke Indonesia.

"Pasti warga negara kita akan semakin banyak berkunjung ke Indonesia dan juga pembukaan direct flight ke Belarus," ucap dia.

Terkini