Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tidak Menuju Krisis dan APBN Sehat

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:22:01 WIB
Ekonomi RI Kuat, Menkeu Purbaya Tegaskan Tidak Menuju Krisis [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan secara tegas bahwa Indonesia tidak tengah mengarah pada jurang krisis kendati masih harus berhadapan dengan sederet tantangan ekonomi. 

Menurut pandangannya, fundamental ekonomi domestik sejauh ini masih kokoh. Sejumlah indikator makroekonomi pun memperlihatkan tren situasi yang konsisten menunjukkan progres positif.

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Purbaya menjabarkan, pertumbuhan ekonomi merupakan cerminan dari akumulasi berbagai aktivitas perekonomian warga. 

Oleh karena itu, pihak pemerintah konsisten menstimulus bermacam kebijakan demi memperkokoh sektor riil supanya efek positif dari pertumbuhan tersebut semakin dirasakan oleh publik. 

Pemerintah pun berupaya keras mengontrol laju inflasi agar tetap stabil. Sementara itu, penurunan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipicu oleh faktor sentimen pasar ketimbang adanya pergeseran pada fundamental ekonomi domestik.

Kestabilan sistem keuangan pun konsisten dikawal lewat jalinan koordinasi antara pemerintah bersama jajaran otoritas terkait di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Purbaya menggaransi bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senantiasa dalam kondisi yang sehat. 

Defisit anggaran dijaga agar konstan berada di bawah batas pagu tertinggi 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah dinilai masih berada di area yang aman bila dikomparasikan dengan beberapa negara lainnya.

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," ucapnya.

Menurut dia, dalam tiap perumusan kebijakan strategis pemerintah senantiasa dibarengi dengan kajian risiko fiskal berikut imbasnya terhadap postur APBN. 

Hasil dari kajian mendalam tersebut menjadi referensi utama bagi Presiden Prabowo Subianto di dalam mengesahkan sebuah keputusan.

Purbaya juga mengulas beberapa program unggulan pemerintah, di antaranya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Merah Putih. 

Berbagai program tersebut, tutur dia, konsisten ditinjau ulang supaya dalam praktiknya berjalan kian efisien serta tepat sasaran. 

Langkah reformasi di internal Kementerian Keuangan pun terus diakselerasi, mencakup tindakan tegas membasmi praktik penyelewengan di kluster perpajakan serta kepabeanan.

 Ia menggarisbawahi tidak bakal memberi ruang ampun bagi aparatur yang kedapatan melakukan tindakan melanggar hukum.

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," tuturnya.

Satu catatan editorial. Ada inkonsistensi pada naskah sumber. Tokoh disebut sebagai "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa". Jika ini akan diterbitkan, identitas dan jabatannya sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu agar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Terkini