DTKJ Usul Tarif Langganan TransJakarta Paket Mingguan

Jumat, 03 Juli 2026 | 22:51:31 WIB
Usulan Tarif Langganan TransJakarta: Ada Paket Mingguan [FOTO: NET].

JAKARTA - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengajukan usulan agar skema tarif langganan TransJakarta tidak cuma tersedia dalam opsi paket bulanan, melainkan juga disediakan pilihan paket mingguan serta dua mingguan.

Ketua DTKJ periode 2026-2029 Sugihardjo mengungkapkan, rekomendasi tersebut muncul setelah pihaknya menampung bermacam aspirasi dari warga mengenai keperluan tarif yang lebih adaptif bagi para pengguna angkutan massal.

Menurut dia, paket langganan dengan periode yang lebih pendek amat diperlukan demi memfasilitasi warga yang tidak bermobilitas dengan angkutan umum setiap hari, termasuk bagi pelancong yang tengah berwisata di Jakarta.

"Saya bilang kalau untuk bulanan memang standarnya 25 hari, tapi bagi mereka yang enggak sampai segitu dari masukan itu dan barangkali ada wisatawan kami mengenalkan juga tarif nanti yang kami usulkan untuk langganannya seminggu atau dua minggu supaya lebih murah," kata Sugihardjo usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Usulan Tarif Langganan Bulanan

Rencana paket mingguan serta dua mingguan ini merupakan bentuk perluasan dari program tarif langganan TransJakarta yang sebelumnya sempat diajukan DTKJ senilai Rp 200.000 per bulan.

Sugihardjo memaparkan, formulasi tersebut dipersiapkan untuk menolong para pekerja yang menumpangi angkutan umum saban hari agar memperoleh ongkos perjalanan yang lebih miring ketimbang membayar tarif normal.

"Nah kami mendorong tarif langganan. Kan di luar negeri banyak tuh langganan,” ujar dia.

Kalkulasi untuk tarif bulanan ini merujuk pada asumsi bahwa pengguna bermobilitas pergi dan pulang selama 25 hari kerja dalam sebulan.

 Dengan rekomendasi tarif reguler TransJakarta senilai Rp 5.000 per jalan, ongkos transportasi masyarakat diproyeksikan menyentuh Rp 250.000 saban bulan atau berkisar Rp 10.000 per hari untuk ongkos berangkat dan kembali. Oleh sebab itu, DTKJ menyarankan pemberian potongan harga sebesar 20 persen bagi masyarakat yang mengambil paket langganan.

"Karena langganan kami mengusulkan diskon 20 persen jadi tarifnya hanya Rp 200.000," kata Sugihardjo.

Bagian dari Penyederhanaan Tarif Transportasi

Sugihardjo menyebutkan, rencana tarif langganan ini masih menjadi bagian dari rangkaian telaah DTKJ mengenai simplifikasi sistem tarif angkutan umum di area Jakarta.

Selain memberikan opsi paket langganan, DTKJ pun menyodorkan penyederhanaan tarif ke dalam dua kategori, yakni tarif TransJakarta untuk area dalam wilayah DKI Jakarta senilai Rp 5.000 dan tarif TransJabodetabek senilai Rp 10.000.

Tarif Rp 5.000 direkomendasikan berlaku bagi layanan TransJakarta yang sudah terpadu, mencakup BRT, non-BRT, serta Mikrotrans.

 Sementara tarif Rp 10.000 diajukan bagi layanan TransJabodetabek yang menghubungkan perjalanan dari kawasan penyangga menuju Jakarta lewat pola integrasi transportasi yang lebih luas.

Masih Menunggu Pembahasan

Meski begitu, Sugihardjo memastikan bahwa seluruh rekomendasi tersebut statusnya masih dalam tahap pengkajian dan belum berupa ketetapan resmi yang final.

Menurut dia, pihak pemerintah, perusahaan operator transportasi, serta bermacam pemangku kepentingan terkait masih akan menggodok rangkaian opsi tarif ini sebelum meresmikan sistem yang kelak diterapkan.

Dia beranggapan kalau tarif langganan dapat menjadi salah satu media untuk menjaga pengeluaran transportasi tetap ramah di kantong, sekaligus memantik gairah masyarakat agar mau berpindah dari kendaraan pribadi menuju sarana transportasi umum.

"Jadi tarif langganan tuh penting," ujar Sugihardjo.

Terkini