IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke Level 5.850 pada 3 Juli 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 02:21:01 WIB
Dibuka Naik 1,84% ke 5.850, IHSG Ditopang Sentimen Injeksi Dana [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Jumat (3/7/2026) di zona hijau. Kecepatan laju indeks komposit sempat diwarnai oleh fluktuasi dari pergerakan jajaran saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) seperti BBCA, BBRI, hingga TLKM.

Mengacu pada laporan data IDX Mobile, indeks komposit melesat naik 1,84% atau bertambah sebanyak 105 poin ke posisi 5.850. 

Aktivitas pasar di awal sesi bergulir dengan volume transaksi mencapai 3,2 juta saham, serta mencatatkan akumulasi kapitalisasi pasar di angka Rp10.252 triliun.

Pada menit-menit awal pembukaan perdagangan hari ini, tercatat ada 445 saham yang posisinya menguat, sedangkan 126 saham dibuka melemah, dan sebanyak 382 saham lainnya bertahan stagnan tanpa mengalami perubahan.

Sejumlah emiten berbobot besar yang memiliki pengaruh kuat terhadap pergerakan indeks terpantau kompak bergerak di zona hijau. 

Emiten tersebut di antaranya adalah BBCA yang terapresiasi sebesar 2,16% ke level Rp5.925, BREN merangkak naik 3,69% menuju posisi Rp3.370, DCII menguat 3,05% menjadi Rp186.000, serta BBRI yang naik 1,12% ke angka Rp2.720. Di sisi lain, saham BYAN justru tergelincir melemah sebesar 0,43% menuju level Rp11.600.

Pada sesi penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026) sebelumnya, IHSG berhasil mendarat di zona hijau dengan penguatan 0,87% pada level 5.744. Kala itu, sebanyak 418 saham ditutup menguat, 230 saham bergerak melemah, dan 311 saham bertahan tidak berubah.

Tren positif pada hari kemarin sekaligus mencatatkan apresiasi untuk kedua kalinya secara beruntun sejak penutupan perdagangan hari Rabu (1/2/2026). 

Mengingat performa IHSG pada akhir Juni 2026 berulang kali terbenam di zona merah, posisi indeks komposit saat ini dinilai masih mencerminkan koreksi sebesar 2,37% dalam kurun waktu sepekan terakhir, atau merosot sebesar 6,25% dalam jangka waktu sebulan ke belakang.

Menurut tim riset dari Stockbit Sekuritas, rencana pengucuran dana segar senilai triliunan rupiah dari pemerintah untuk jajaran bank-bank BUMN (Himbara) menjadi stimulus positif bagi pasar modal. 

Seperti diinformasikan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (26/6/2026) menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menempatkan kembali sisa dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke kelompok Himbara demi memelihara stabilitas likuiditas industri perbankan nasional.

Melalui estimasi para analis, penempatan dana tambahan tersebut berpotensi mengerek akumulasi total dana SAL milik pemerintah di jaringan Himbara hingga menyentuh batas Rp400 triliun.

"?Kami menilai bahwa perkembangan ini positif bagi saham–saham big banks, terutama Himbara, mengingat Net Interest Margin (NIM) akan mendapatkan dukungan dari sisi Cost of Fund di tengah tantangan untuk menaikkan lending yield pasca kenaikan BI Rate akibat kompetisi yang intens di segmen korporasi dan belum optimalnya pertumbuhan segmen konsumer dan UMKM," tulis analis.

Terkini