SINI Gelar Rights Issue Rp3,60 Triliun, PTRO Jadi Pembeli Siaga

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:23:32 WIB
Emiten Hapsoro SINI Rights Issue Rp3,60 T untuk Akuisisi PTRO [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menentukan nilai nominal pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu senilai Rp5.000, sehingga jumlah dana tertinggi yang dapat dikumpulkan menyentuh Rp3,60 triliun. 

Adapun, emiten dengan kode emiten SINI ini bakal melaksanakan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) guna membiayai akuisisi korporasi pertambangan milik PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan dokumen prospektus teranyar, SINI bakal memasarkan sebanyak-banyaknya 721,50 juta lembar saham biasa atas nama berkekuatan nilai nominal Rp100. Porsi tersebut merepresentasikan 60% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pasca-PMHMETD I. 

Berbekal harga eksekusi HMETD senilai Rp5.000, SINI akan mengantongi perolehan dana segar tertinggi sejumlah Rp3,60 triliun melalui langkah korporasi ini.

 Adapun, perbandingan rasio HMETD dipatok 2:3 yang berarti setiap pemilik 2 saham lama memperoleh hak atas 3 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memiliki hak guna menebus 1 saham baru.

"Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) yaitu sampai dengan maksimum sebesar 60%," tulis SINI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Lebih jauh lagi, terdapat pihak penjamin emisi atau pembeli siaga dalam agenda rights issue ini, yakni PT Petrosea Tbk. (PTRO). 

Berikutnya, PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) bersama PT Trimegah Sekuritas Tbk. (TRIM) mengambil peran sebagai korporasi yang bakal menebus sisa saham baru pasca-tahapan pelaksanaan HMETD oleh para pemegang HMETD Perseroan.

Pihak manajemen SINI menguraikan modal yang didapat dari hasil PMHMETD I setelah dipotong beban emisi bakal dialokasikan senilai Rp1,51 triliun guna mencaplok 99,995% kepemilikan saham pada entitas tambang PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang bersumber dari PT Petrosea Tbk. (PTRO). 

Dana senilai Rp900 miliar bakal dialokasikan bagi pelunasan dipercepat atas pokok pinjaman utang perseroan kepada pihak perbankan atau kreditur. 

Selanjutnya, senilai Rp1,18 triliun bakal didistribusikan untuk menyalurkan pinjaman pada unit perusahaan anak. Sisa perolehan senilai Rp10 miliar bakal dialokasikan untuk membiayai modal kerja.

Sementara itu, PT Autum Prima Indonesia (API) selaku entitas pemegang saham pengendali SINI berbekal porsi 30% kepemilikan mengonfirmasi bakal mengeksekusi sebagian porsi HMETD yang menjadi haknya yakni sebanyak 60.000.000 HMETD dengan nominal setara Rp300 miliar.

 Setelah itu, API bakal menyerahkan 8.205.000 HMETD dengan nilai eksekusi setara Rp41,02 miIiar kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR). 

Sejumlah 48.500.000 HMETD dengan nilai eksekusi mencapai Rp242,50 miliar diserahkan kepada HPS dan sebanyak 39.500.000 HMETD berbekal nilai eksekusi sejumlah Rp197,50 miliar dialihkan menuju pihak TRIM.

Di sisi lain, Batubara Development Pte. Ltd. (BBD) selaku pemilik 15,49% porsi saham SINI memutuskan tidak mengeksekusi semua HMETD yang menjadi haknya. 

Walakin, BBD bakal mengalihkan porsi HMETD senilai Rp450 miliar menuju Ever Grace International Trading Limited serta hak HMETD berbekal nilai eksekusi sejumlah Rp108,97 miliar kepada pihak DIR.

Berikutnya, Hapsoro selaku pemegang saham SINI berbekal persentase kepemilikan 9% saham SINI mengonfirmasi tidak mengeksekusi seluruh porsi HMETD yang menjadi haknya, serta bakal memindahtangankan sebanyak 9.000.000 HMETD berbekal nilai pelaksanaan senilai Rp45 miliar menuju pihak TRIM. 

Sedangkan PT Kreasi Jasa Persada (KJP) selaku pemilik 19,74% saham SINI bakal memindahtangankan semua HMETD yang menjadi haknya senilai Rp712,05 miliar kepada PTRO.

Terkini