Dukung Swasembada, Menko Pangan Distribusikan Bantuan Pupuk di Sigi

Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:17:02 WIB
Menko Pangan Zulhas Salurkan Tiga Ton Bantuan Pupuk di Sulteng [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendistribusikan bantuan pupuk kepada kelompok tani di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak tiga ton, yang terdiri dari 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea.

"Bantuan pupuk ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah," kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas itu saat mengikuti kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah senantiasa hadir di tengah masyarakat dengan memastikan seluruh program strategis pangan berjalan optimal.

 Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi petani, yakni melalui penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, pembangunan pabrik pupuk baru, serta jaminan ketersediaan pupuk sebelum musim tanam tiba.

"Alhamdulillah, tadi kami sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Itu bukan berdasarkan laporan pemerintah, tetapi pengakuan langsung dari para petani," kata Zulhas.

Ia memastikan stok pupuk akan terus tersedia dan menjaga agar harga gabah tetap menguntungkan bagi petani.

"Hingga saat ini di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik dan gangguan pasokan di berbagai negara, Indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani termasuk ke depan harga gabah tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan yang layak," katanya.

Zulhas menjelaskan kebijakan tersebut berdampak positif terhadap kenaikan nilai tukar petani dari sekitar 116 menjadi 127, yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan bagi petani padi dan jagung.

"Tentunya setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah akan memfokuskan pembangunan pada sektor protein melalui pengembangan perikanan tangkap dan budidaya," ujar dia.

Ia menambahkan, pemerintah akan membangun kawasan budi daya ikan berbasis bioflok di sekitar 40.000 desa secara bertahap, yang didukung oleh program desa tematik dari Kementerian Desa.

"Ke depan kami ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kami fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia," kata Zulhas.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menyukseskan program swasembada pangan. 

Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani akan terus menjadi prioritas daerah.

Terkini