Bank Mantap Targetkan 300 Ribu Pengguna Aktif Movin pada 2026

Minggu, 05 Juli 2026 | 14:52:02 WIB
Strategi Bank Mantap Kejar Target 300.000 Pengguna Aktif Movin [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) membidik jumlah pengguna aktif aplikasi digital Movin melonjak hampir dua kali lipat menjadi 300.000 orang sampai pengujung 2026. Sasaran tersebut diupayakan lewat pengayaan beraneka fitur serta penyatuan layanan. 

Bank Mantap beraspirasi mengonversi Movin selaku platform digital terpadu atau one stop service yang sanggup memenuhi beraneka keperluan nasabah pensiunan.

Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mantap Agus Syaiful Anwar merasa optimistis Movin bakal menjadi saluran utama dalam menjaring nasabah baru, kendati mayoritas nasabah Bank Mantap ialah kaum pensiunan dengan level kecakapan digital yang terhitung masih relatif rendah.

Berdasarkan penjelasan Agus, sifat nasabah pensiunan menjadikan pemanfaatan fasilitas digital belum sekerap generasi yang lebih muda.

 Ia mencontohkan, orang tuanya sampai saat ini baru memanfaatkan Movin guna keperluan transaksi mendasar dan belum memakai layanan yang terhubung ke ekosistem digital, layaknya marketplace

Bank Mantap pun telah merancang cetak biru penguatan infrastruktur digital guna mengonversi Movin selaku wadah layanan terpadu bagi para pensiunan.

“Dan Movin juga sekarang memang belum terkoneksi ke sana, tapi kami menuju ke sana,” ujar Agus saat media gathering di Denpasar, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, landasan dari perubahan digital ini diawali pada 2025 sewaktu Bank Mantap memperbarui sistem core banking. Penggantian sistem inti perbankan ini menjadi tahapan krusial lantaran seluruh dokumentasi transaksi pada aplikasi Movin bergantung pada kesiapan infrastruktur tersebut.

“Movin itu kan layering-nya sebagai digital channel, yang customer facing. Tapi pencatatan transaksinya ada di core banking. Nah, core banking ini kapasitasnya sudah kami kembangkan sedemikian rupa. Kami menggunakan Silverlake, kapasitasnya sama seperti Bank Mandiri. Bahkan dari sisi fitur, generasi sistem Maestro ini lebih advance. Ini dalam rangka penguatan infrastruktur digital,” paparnya.

Usai pengerjaan infrastruktur inti beres pada 2025, Bank Mantap bakal meneruskan pengayaan Movin sepanjang rentang 2026 sampai 2030. Sasaran puncaknya ialah mengonversi aplikasi tersebut selaku one stop service and solution untuk kelompok pensiunan. 

Saat ini Movin sudah menyediakan sarana transaksi dasar, seperti halnya pembayaran, pembelian pulsa, serta integrasi ke beberapa dompet digital. Bank Mantap ke depannya bakal memperlebar ekosistem layanan lewat jalinan kemitraan dengan beraneka pihak.

Agus mengutarakan Movin bakal disinkronisasikan dengan sarana kesehatan digital, seperti KlikDokter maupun penyedia layanan kesehatan daring lainnya. Aplikasi ini pun bakal dihubungkan dengan agen perjalanan, fasilitas asuransi, wellness, sampai digital advisory.

“Memang kami sependapat bahwa digital channel ini sebuah keniscayaan. Karena itu kami mempersiapkan ke arah sana, menuju utilisasi digital channel yang jauh lebih luas,” katanya.

Biarpun terus dipoles, tingkat pemanfaatan Movin terhitung masih relatif minim. Faktor pemicunya, berkisar 99 persen nasabah Bank Mantap diisi oleh kalangan pensiunan. 

Dari total sekitar 600.000 pengguna yang telah terdata, besaran pengguna aktif untuk saat ini berada di angka 150.000 sampai 160.000 orang. Bank Mantap membidik angka itu merangkak naik ke kisaran 300.000 pengguna sampai pengujung 2026, atau berkisar 50 persen dari total keseluruhan nasabah.

Salah satu taktik yang disiapkan ialah menyajikan fitur autentikasi penerima manfaat pensiun secara digital. Agus menyebutkan pemerintah perlu menjamin bahwa penerima manfaat pensiun statusnya masih hidup supaya penyaluran dana dapat tepat sasaran.

 Oleh sebab itu, Bank Mantap mengonsep fitur live tracking lewat Movin agar tahapan konfirmasi dapat dieksekusi langsung di dalam aplikasi.

“Nanti autentikasi bisa dilakukan di Movin. Jadi live tracking nasabah ini masih hidup atau tidak. Kalau dia tidak melakukan absensi lewat Movin, nanti dia tidak bisa mendapatkan manfaat pensiunnya. Ini salah satu cara kami mendorong nasabah yang digital savviness-nya masih kurang supaya mulai menggunakan Movin, karena ada fitur yang wajib mereka akses setiap bulan,” jelasnya.

Di samping mematangkan layanan digital, Bank Mantap turut menargetkan posisi selaku bank pensiunan terbesar di tanah air pada 2027. Angka pensiunan baru di tiap tahunnya menyentuh berkisar 85.000 orang. 

Di sisi lain, Bank Mantap sanggup menjaring berkisar 100.000 nasabah baru di setiap tahunnya lantaran gencar mengeksekusi tindakan take over nasabah dari bank kompetitor.

“Kalau pertumbuhan pasarnya sekitar 85.000 orang per tahun, bagaimana Bank Mantap bisa tumbuh 100.000? Karena kami cukup agresif melakukan take over. Layanan kami memang didesain khusus untuk senior citizen, sehingga cukup mudah meyakinkan mereka untuk pindah kantor bayar atau pindah layanan ke Bank Mantap,” ucap dia.

Agus mengutarakan taktik guna menduduki posisi pemimpin pasar tidak semata-mata bertumpu pada pertambahan organik, melainkan juga mutasi nasabah dari bank lain. 

Sasaran menjadi bank pensiunan nomor satu di tahun 2027 dipandang masuk akal lantaran disokong kolaborasi bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) lewat beraneka program sosialisasi serta pembinaan pensiunan.

Terkait strategi penjaringan nasabah, Agus menyebutkan pertambahan primer tetap bersumber dari sektor ritel. Taspen pun memberlakukan asas fairness didalam penyaluran dana pensiun, oleh karena itu mutasi nasabah berjalan secara personal. 

Bank Mantap juga membuka peluang pertambahan anorganik lewat langkah korporasi, layaknya pembelian aset (asset buying) dari bank yang mulai mengendurkan fokus pada lini bisnis pensiunan.

“Kami juga melihat ada peluang langkah anorganik. Misalnya asset buying dari beberapa bank yang mungkin menilai bisnis pensiun sudah tidak lagi menjadi fokus. Saat ini masih tahap penjajakan dengan beberapa mitra, jadi belum bisa kami sampaikan lebih lanjut,” kata Agus.

Terkini