IPO JELI Dibanjiri Permintaan, Oversubscribed Hingga 273 Kali

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:32:02 WIB
Saham IPO JELI Oversubscribed 273 Kali di Tengah Pasar Bergejolak [FOTO: NET].

JAKARTA – Langkah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari PT Niramas Utama Tbk (JELI) membukukan lonjakan kelebihan permintaan atau oversubscribed mencapai 273,37 kali pada porsi pooling. Akumulasi pelaku modal yang ikut serta menembus angka 606.892 single investor identification (SID).

Perusahaan manufaktur makanan dan minuman pemegang merek INACO tersebut melepas sebanyak 266 juta saham baru kepada masyarakat luas dengan harga penawaran Rp 900 per saham. 

Melalui aksi korporasi IPO ini, JELI memiliki prospek untuk meraup suntikan dana segar berkisar Rp 239,4 miIiar. 

Alokasi perolehan dana dari penawaran saham tersebut bakal dioptimalkan guna mengerek kapasitas manufaktur, memperkokoh lini jaringan distribusi, sekaligus melengkapi kebutuhan modal kerja operasional.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya memaparkan perolehan tersebut memposisikan JELI sebagai salah satu emiten IPO yang mencolok di tengah situasi pasar modal yang masih bergulir secara fluktuatif. Dalam aksi IPO JELI ini, Sucor Sekuritas mengambil peran selaku penjamin pelaksana emisi tunggal.

“IPO JELI mencatatkan oversubscription sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan total 606.892 investor. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan penilaian Bernadus, tingginya animo para pemilik modal memperlihatkan emiten yang mengantongi fundamental kokoh serta prospek bisnis yang menjanjikan tetap sanggup memikat atensi pasar walaupun tingkat volatilitas terpantau masih tinggi.

Direktur Niramas Utama Adhi S. Lukman memandang besarnya permintaan dari para investor bertransformasi menjadi sebuah tanggung jawab bagi pihak perseroan guna senantiasa mengawal performa bisnis.

“Dengan demikian, apresiasi yang diberikan investor benar-benar menjadi cerminan dari fundamental JELI yang kuat dan prospek usaha yang kami miliki,” kata Adhi.

Adhi mengimbuhkan, naiknya status menjadi korporasi terbuka bertindak selaku pijakan strategis bagi JELI guna memperkokoh tata kelola perusahaan, melakukan ekspansi pasar, mengerek volume kapasitas produksi, sekaligus memproduksi nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Terkini