Baznas-Wamen PKP Kolaborasi Sediakan Rumah Layak Mustahik

Senin, 06 Juli 2026 | 17:42:31 WIB
Baznas dan Wamen PKP Perkuat Kolaborasi Sejahterakan Umat [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah memperkokoh sinergi program demi mendongkrak kesejahteraan umat lewat penguatan regulasi, kelembagaan, serta implementasi program.

"Wamen PKP telah mengatakan ada tiga hal yang harus kami bina dan kembangkan, dari mulai soal prinsip regulasi, mulai soal kelembagaan, dan juga soal program-program teknis," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Sodik berpandangan sektor perumahan menjadi salah satu dari 13 program unggulan Baznas. Di samping itu, Baznas juga membicarakan penguatan regulasi dan penataan kelembagaan supaya koordinasi antara Baznas pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota dapat semakin terintegrasi.

Ia mengapresiasi diskusi bersama Wamen PKP yang dianggapnya memberikan pencerahan dalam pengembangan Baznas, baik dari aspek prinsip, kelembagaan, maupun teknis.

Sodik mengimbuhkan, tersedia pula peluang kerja bersama Kementerian PKP dalam menyokong program perumahan bagi masyarakat miskin. Hal ini selaras dengan salah satu program unggulan Baznas periode 2026-2031 yaitu penyediaan rumah layak huni bagi mustahik.

"Kami mendapatkan diskusi yang luar biasa, pencerahan untuk hal-hal yang tadi, dari mulai yang prinsip, kelembagaan, sampai hal yang teknis," ujar Sodik Mudjahid.

Sementara itu, Wamen PKP Fahri Hamzah menggarisbawahi kolaborasi ini adalah bagian dari silaturahim sekaligus penguatan kerja sama antara Baznas dan sektor perumahan.

Menurut dia, Baznas dan sektor perumahan sudah lama membangun kolaborasi. Ke depan, kerja sama itu akan diperkuat lewat tiga level, mulai dari konsep, penguatan kelembagaan, sampai kerja sama teknis.

"Nanti pada berikutnya kami akan lanjutkan kerja sama teknisnya ya. Khususnya bagi kami tentunya di wilayah perumahan yang selama ini sudah sering dilakukan," ucapnya.

Fahri juga menyarankan tersedianya dana riset untuk pengembangan kelembagaan Baznas supaya kian mengakar di masyarakat.

Ia menilai potensi pengelolaan zakat di Indonesia amat besar lantaran Indonesia mempunyai masyarakat Muslim yang besar dan solid. Fahri pun mendorong agar dampak kerakyatan dan keumatan dari aktivitas ekonomi dapat kian meluas.

"Ini waktu kami untuk bergerak lebih agresif supaya dampak kerakyatan dan keumatan dari kegiatan ekonomi itu besar, dan ekonomi tidak berkumpul hanya pada segelintir orang," tutur Fahri Hamzah.

Terkini