Layanan Membaik, Volume Penumpang KAI Daop 7 Madiun Meningkat

Senin, 06 Juli 2026 | 21:27:01 WIB
Kian Nyaman, Penumpang KA Madiun-Blitar Naik 5,4 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA - Mobilisasi menggunakan kereta api di kawasan Madiun sampai Blitar sekarang kian nyaman berkat pelbagai penyegaran layanan yang disuguhkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Mulai dari pengoperasian kereta new generation, sarana Face Recognition Boarding Gate, hingga ketersediaan water station di stasiun menjadi bagian dari langkah mendongkrak pengalaman perjalanan publik, termasuk kalangan pelancong yang memakai kereta untuk berwisata.

Eskalasi aspek pelayanan tersebut berbanding lurus dengan tingginya animo masyarakat menumpangi kereta api. 

PT KAI mendata, sepanjang kurun Januari sampai Juni 2026, KAI Daop 7 Madiun mengakomodasi 3.138.647 penumpang atau tumbuh 5,4 persen bila disandingkan dengan kurun yang sama pada tahun lalu.

Kereta Api Masih Jadi Pilihan

Kecenderungan ini membuktikan kereta api tetap menjadi opsi favorit untuk bepergian lantaran dianggap efisien, nyaman, dan kian ditunjang fasilitas yang melancarkan perjalanan.

"Terjadi peningkatan volume pelanggan pada periode Semester I Tahun 2026 di KAI Daop 7 Madiun, bertambah 160.374 pelanggan atau meningkat 5,4% dibandingkan Semester I Tahun 2025," ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (5/7/2026) petang.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa moda transportasi KA masih menjadi moda pilihan utama masyarakat,” imbuh Tohari.

Selaras dengan lonjakan kuantitas penumpang, tutur Tohari, PT KAI Daop 7 Madiun terus berkomitmen mendongkrak fasilitas layanan bagi pengguna. Beberapa di antaranya ialah pembaruan armada pada KA Bangunkarta dan KA Singasari memakai rangkaian kereta new generation, peninggian lantai peron serta penambahan overcapping pada Stasiun Blitar dan Kediri.

“Dan saat ini tengah berlangsung penataan Stasiun Madiun,” ujar Tohari tanpa menyebutkan rincian penataan tersebut.

Pelayanan Digital

Eskalasi pelayanan di area Daop 7 Madiun diaplikasikan via bermacam terobosan pengadaan fasilitas Standar Pelayanan Minimum (SPM) berbasis digital, sekaligus memaksimalkan pembenahan area lingkungan stasiun demi mengakomodasi keperluan pelanggan.

Tohari mencontohkan penerapan sarana Face Recognition Boarding Gate guna memperlancar proses pemeriksaan tiket pelanggan, yakni cukup lewat pemindaian wajah tanpa wajib memperlihatkan tiket fisik dan kartu identitas.

Malahan, demi menyokong agenda pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan, KAI Daop 7 Madiun menghadirkan water station supaya pelanggan bisa mengisi kembali air minum tanpa perlu membeli air minum kemasan botol yang baru. Ucap Tohari, tindakan itu menjadi bentuk partisipasi dalam menekan ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai.

“Berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas pelanggan menjadi wujud komitmen KAI Daop 7 menghadirkan service excellent yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi massal kereta api,” ujarnya.

PT KAI Daop 7 Madiun, kata Tohari, menyampaikan terima kasih atas keyakinan publik terkhusus pelanggan setia yang terus mengandalkan moda transportasi kereta api selaku opsi utama mobilitas mereka.

Terkini