Cabai dan Ayam Turun, Harga Pangan di Cirebon Mayoritas Melandai

Senin, 06 Juli 2026 | 22:18:31 WIB
Hari Ini 6 Juli, Mayoritas Harga Pangan di Cirebon Turun [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai jual komoditas pangan strategis di wilayah Kabupaten Cirebon mengalami penyusutan per Senin (6/7/2026). Penurunan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, sedangkan harga beras pada seluruh kategori terpantau stabil tanpa pergeseran dibanding periode sebelumnya. 

Data tersebut tercermin dalam panel harga pangan Kabupaten Cirebon yang memantau perkembangan 21 komoditas kebutuhan pokok masyarakat.

Cabai rawit merah menjelma jadi komoditas dengan penurunan terdalam. Harga komoditas ini tercatat berada di level Rp51.900 per kilogram atau melorot 12,85% disandingkan dengan periode lalu. 

Koreksi harga juga melanda komoditas cabai merah besar yang bertengger di level Rp42.750 per kilogram atau susut 5,84%, cabai merah keriting Rp41.200 per kilogram atau melandai 5,07 persen, serta cabai rawit hijau Rp47.700 per kilogram atau merosot 3,34%.

Di luar kelompok cabai, banderol bawang merah ukuran sedang turut mengalami koreksi harga menjadi Rp45.450 per kilogram atau melorot 5,51%. Sementara itu, komoditas bawang putih ukuran sedang terpangkas tipis 0,69% menjadi Rp43.100 per kilogram.

Di tengah penyusutan nilai jual sejumlah komoditas hortikultura, harga komoditas beras di Kabupaten Cirebon terdokumentasi tidak mengalami fluktuasi.

Beras kualitas bawah I bertahan di angka Rp14.150 per kilogram dan beras kualitas bawah II bertengger di level Rp13.600 per kilogram. Pada kategori medium, nilai jual beras medium I berada di angka Rp15.400 per kilogram dan medium II menetap di level Rp14.750 per kilogram. 

Sementara itu, beras kualitas super I terdokumentasi senilai Rp17.100 per kilogram dan kualitas super II Rp16.000 per kilogram. Seluruh varian beras berstatus harga menetap.

Konstannya nilai jual beras memperlihatkan tidak adanya pergerakan masif pada komoditas pangan pokok masyarakat tersebut. Kondisi serupa juga tampak pada monitoring harga pangan yang dijalankan pemerintah daerah lewat Sistem Informasi Komoditas Harga Pangan Kabupaten Cirebon.

Banderol komoditas sumber protein hewani turut memperlihatkan tren melandai. Daging ayam ras segar menyusut 2,96% menjadi Rp32.800 per kilogram. Telur ayam ras segar merosot 4,09% menjadi Rp24.650 per kilogram. 

Adapun nilai jual daging sapi kualitas I berada di angka Rp157.100 per kilogram atau tergerus 0,16%, sedangkan daging sapi kualitas II terdata di level Rp148.050 per kilogram atau menyusut 0,10%.

 Walau mengalami penyusutan harga, daging sapi tetap menjadi komoditas dengan nilai jual paling tinggi di antara seluruh bahan pangan yang dipantau.

Pada kelompok komoditas bahan pokok lainnya, fluktuasi harga bergulir dalam rentang yang teramat minim. Harga minyak goreng curah melorot 0,93% menjadi Rp21.350 per liter. 

Minyak goreng kemasan bermerek I menyusut 0,43% menjadi Rp23.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II stagnan di angka Rp22.700 per liter. 

Untuk komoditas pemanis, gula pasir kualitas premium menyusut tipis 0,26% menjadi Rp19.300 per kilogram. Sementara gula pasir lokal ajek berada di level Rp18.400 per kilogram.

Terkini